Di bawah bintang-bintang

Gak tahu kenapa kok malam ini saya merasa mellow sekali. Down. Sad. Mad. Terlalu banyak yang terkumpul di kepala ini. (Ah, seharusnya aku tidak mengeluh! Biarlah … Masalah akan tetap ada. Satu masalah terpecahkan, akan ada masalah baru lagi.)

Di belakang layar terdengar lagu Mariah Carey, “Underneath the Stars


As we drifted to another place in time
And the feeling was so heady and sublime
As I lost my heart to you
There in the dark
Underneath the stars

Ah. Lagu ini mengingatkan saya ketika saya dan Husni M menyusuri winter malam hari (dan pagi hari) di daerah Boston, years ago. (Kami sedang berusaha untuk memasang sebuah server Sun di rumahnya pak Datuk, untuk Isnet.) Seingat saya album Mariah Carey ini baru muncul dan diputar di radio. Mungkin ini terjadi di tahun 1995 atau 1996?

Entah mengapa malam ini lagu itu muncul kembali!

Jadi pengen ke gunung atau bukit. Duduk (atau tidur terlentang) sambil memandangi lagit. Di bawah bintang-bintang. Lay underneath the stars… melupakan berbagai masalah yang ada. Sigh…

30 pemikiran pada “Di bawah bintang-bintang

  1. Saya bantu visualisasinya aja, Pak. Hihihihi

    Iyah, kalau lagi mumet paling enak ke atap liatin bintang 😉 (sayang di jakarta jarang-jarang bisa, udaranya kotor kayanya)

  2. terapi duduk di halaman yang luas, atau ke tempat yang memiliki permukaan yang lebih tinggi seperti bukit sambil berbaring melihat bintang bintang sungguh menyenangkan pak 🙂 seperti kehilangan waktu.

  3. Akan saya pinjamkan pundak saya untuk bersandar mas… sambil memandang bintang-bintang di langit, jangan lupa pake jaket yah… takut kita berdua masup angin, halah 🙂

  4. Koq saya jadi teringat lagu “bintang kecil, dilangit yang biru.. amat banyak, menghias angkasa” ….

    @hariadhi 🙂

  5. Lagi jatuh cinta atau teringat sama cinta pertamanya.
    Barangkali ini satu terapi yang mujarab juga.

  6. Gak ada yang lebih nikmat dari… telentang menikmati bintang-bintang.. di karpet selimut rumput alam.., dengan cahaya api unggun.., dengan suara musik jangkrik, dengan segarnya angin pegunungan….. dengan bau jagung bakar.
    HMMMMMMM

    Sekali-kali kita memang perlu kembali ke suasana seperti itu.

  7. Jadi serasa diingatkan kembali. Dulu waktu masih kuliah, saya termasuk orang yang sangat susah untuk tidur.. kalau udah gitu, hal yang saya lakukan keluar kamar, liat bintang2… kostannya dikelilingi sawah, di sebelah timur juga ada bukit kecil… duuhh… kangen

  8. “Bintang kecil di langit yang biru,
    Amat banyak menghias angkasa …”

    Saya tidak ingat berapa kali tengah malam tadi saya menyanyikan lagu Bintang Kecil untuk menemani si kecil putri saya yang belum juga mau bobo .. Setiap selesai menyanyikan satu lagu, saya harus mengulang-ulang terus ..

    Semangat lagi Pak Budi!

  9. Wah… kalau ada bintang jatuh lebih asyik lagi, tuch Bos! 😀

    Katanya apa yang diminta bisa terkabul, lho! :mrgreen:

    * Bintang gemintang yang bercahaya indah mode ON *

  10. wew, spt nggak kalah rindunya dgn tanah air y pak :(-
    Ketika naik pesawat di LN, lampu2 di bawah sono spt ramainya bintang2 di langit. Lagunya memang hrs diganti tuh 😛

  11. jika saja , ada sesosok orang Indonesia mau memindah gambar bintang-bintang itu dilayar komputer, kemudian dipindah lagi ke Keong Mas TMII dan gedung bioskop sampai pelosok-pelosok.
    Jika saja bisa dipindah kelayar komputer saya ….. anda …
    jika …

  12. hibernasi dulu Pak 🙂
    sesudah itu.. baru.. siap2 jadi bintang *seperti kata pak armein.. sudah waktunya*

  13. “You see the patterns in the big sky
    Those constellations look like you and I
    Just like the patterns in the big sky
    We could be lost we could refuse to try
    But we made it through in the dark night
    Would those lucky guys turn out to be
    But that unusual blend of my funny friend and me”

  14. salam nusantara!menggila maya!
    salam kenal………………

    PERSEMBAHAN WORLD MUSIC

    “ THE PANTHOM OF THE TRADITIONAL OPERA”

    3 JULI 2008, PKL 20.00 WIB sd Selesai

    GRAHA BAKTI BUDAYA, TAMAN ISMAIL MARZUKI ( TIM )

    SEBUAH PAGELARAN MUSIK ANAK BANGSA YANG MENGKOLABORASIKAN INSTRUMEN TRADISIONAL

    INDONESIA DAN MANCANEGARA,SEPERTI : ( Talempong, Sitar India,Erhu, Kecapi, Saluang , Ghu zheng , Bonang , Didgeridu , Seronen , Kong Ah Yan , Rebab , Juga alat alat Musik modern dan lain sebagainya )

    MAHAGENTA MEMBERI WACANA BARU BAGI PENDENGAR DAN PENIKMAT SENI KHUSUSNYA MUSIK BAHWA ALAT MUSIK TRADISIONAL INDONESIA MAMPU MEMAINKAN KARYA YANG MEGAH DAN FENOMENAL ITU ( PANTHOM OF THE OPERA ) , SEPERTI APA JADINYA KOLABORASI ITU???. KAMI TUNGGU KEHADIRAN ANDA…….

    SALAM BUDAYA

    Menggila maya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s