Tidak Tahukah Kau (3)

Melanjutkan cerita di sini dan di sana.

Sang cewek menemukan sobatnya, sang cowok, duduk di kantin. Dia tertunduk sambil memainkan nasi goreng di hadapannya.

Cewek: Halo Jek. Apa kabar?
Cowok menatap sejenak, kemudian tertunduk kembali.
Cewek: Kenapa sih? Ayo cerita. (Sambil meletakkan tas dan buku di meja)
(Cowok enggan bercerita, tetapi berbicara)
Cowok: Kemarin dia minta anter aku. (Sambil menunjuk ke seorang gadis cantik yang berada di meja lain bersama 3 gadis lainnya.)
Cowok: Trus kita pergi ke bioskop…

Sang cowok kemudian bercerita bagaimana ternyata dia dimanfaatkan oleh sang gadis cantik. Ternyata dia digunakan untuk memanas-mananasi hati pria lain, yang (entah?) kebetulan juga ada di tempat bioskop tersebut. Ternyata memang dia menjadi cemburu dan gadis cantik tersebut mendapatkan apa yang dia maui. Dengan entengnya dia berkata bahwa dia akan nonton dengan sang pria tersebut, meninggalkan cowok pengantarnya (bengong!).

Cowok: Gitu ceritanya. Ternyata dia iblis! (sss… mendesis)
Cewek: Bentar Jek. Aku mau ke kamar mandi.

Sang cewek berdiri menuju ke toilet, melewati meja kumpulan gadis cantik itu. Dekat dengan meja, sang cewek tiba-tiba seperti terpeleset … menabarak meja dan menjatuhkan gelas di gadis cantik. Air minuman tumpah ke baju gadis cantik.

Gadis cantik menjerit! Melotot!
Cewek: Aduh maaf, maaf, maaf… (mencoba mengambil gelas yang menumpahi baju gadis)
Gadis cantik masih melotot, tidak percaya…

Cewek … ngeloyor ke toilet. Di depan pintu toilet, berhenti sejenak, melihat ke sang cowok dan memberikan kedipan mata.

Cowok terbelalak … dan muncul senyum kecil di bibirnya. Sesuatu mulai tumbuh di hatinya.

[Seri tidak tahukah kau: 18, 171615141312, 1110987654321]

29 Comments

  1. hi hi hi. i would do the same thing for you 😉 (the girl – bestfriend)
    mess with my friend and i’ll put you into troubles!

  2. Kayaknya saya salah komen deh… maaf Oommm (duh jadi malu nih… 😀 ) Maklum lagi ngantuk nih, begadang ngerjain tugas ga beres2 stress.. ngomennya jadinya asal-asalan… Ha ha ha ha.. cari alesan

    Sekali lagi maaf… 😀

  3. Perasaan yang diungkapkan dengan perbutan, bukan sekedar kata-kata.

    Jauh di relung hatiku, aku tersenyum.
    “Indahnya perasaan ini”

  4. Ha ha ha , kayaknya pengalaman pribadi nih. perlu di cari tau sama si teteh. kayaknya si cewek tersebut adalah si teteh. bener teu A’

  5. Nice story..
    Idenya simpel, tapi dituliskan dengan menarik. Jadi bikin penasaran, meski kita bisa menebak-nebak akhir ceritanya.
    😀

  6. biarkan cinta yang bicara
    itu bukti cinta itu datangnya dari dalam relung hati

    pak BR anda berbakat jadi penulis NOVEL

  7. tulisan 2 pak BR sangat menarik penuh dengan pengalaman serasa tinggal di bandung dan menikmati kopi starbucks juga cheasecake

    salam dari jogja(yang katanya kota pelajar hihihihi)

  8. Hm.. hm…
    Scene “terpeleset” itu kaya’nya trik lama dech :mrgreen:
    Kontras dg bagian pertama, kali ini di dalam toilet ia ketawa 😆
    Btw, cerita yg “dulu” itu udah ada sambungannya lom pak? 😉

  9. Salam,
    Baru baca, asyik gimana terusannya, kasihan akh si cowoknya kalau tahu sohib ceweknya ternyata…………

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s