Sharing Vision – Outsourcing

Acara saya kemarin dan hari ini adalah berdiskusi di Sharing Vision. Topiknya kali ini adalah Outsourcing IT. Ternyata ini adalah topik yang menarik, seru, dan banyak masalah. Contoh masalahnya adalah:

  • mana yang bisa di outsource mana yang sebaiknya tidak (core vs non-core);
  • bagaimana mengelola risiko;
  • bagaimana cara memilih vendor yang baik (yang memang memiliki kemampuan teknis dan bisa mengerjakan hal yang ingin kita outsource kepada mereka);
  • bagaimana menyikapi vendor yang nakal, yang mana kita sudah bergantung kepada dia dan dia kemudian mencekik kita;
  • pricing?;
  • dan seterusnya.

Berikut ini adalah foto pesertanya.

From People

6 pemikiran pada “Sharing Vision – Outsourcing

  1. Masalah outsourcing ini memang menarik dibahas. Mereka adalah pegawai “perusahaan lain” yang setiap hari bekerja untuk “perusahaan kita” [begitu kasarnya].

    Bila bisnis inti kita, diserahkan pada mereka, maka sama saja dengan menyerahkan urusan perusahaan kita ke perusahaan orang lain.

    Namun bila bisnis kita tidak memakai tenaga outsourcing, maka jadilah kita perusahaan gajah yang besar, lambat bergerak dan ujung-ujungnya kinerjanya tidak optimal.

    Pandai-pandailah menempatkan tenaga outsourcing di perusahaan kita. Angap mereka sebagai “keluarga sendiri”, karena andil mereka juga sangat besar terhadap kemajuan perusahaan kita.

    Outsourcing juga manusia !:-)

    Salam

    eshape
    http://eshape.blogdetik.com/

  2. Kebetulan pak…sy lagi tertarik dengan outsourcing. Dari beberapa artikel yang saya baca, negara kita nggak masuk hitungan sebagai negara yang layak sebagai tujuan outsourcing. Ada beberapa indikasi yang digambarkan kelayakan sebuah negara sebagai tujuan oitsourcing.
    Di sumbu X, yaitu People Attractiveness yang meliputi : Quality, Cost, Type of Skill & ENglish Language. Sementara di sumbu Y : Location attractivenes : Infrastructure (Communication & others basic Infrastructure), Country Risk (Attractiveness Incentive, Politic Scenario) dan Time Zone Attractiveness. Dari Penilaian itu ternyata India emang yang paling unggul. Negara tetangga yang di perhitungkan Philipina, Singapura dan kadang-kadang sedikit di singgung Malaysia.
    Nah, saya rasa kini saatnya Indonesia bisa menjadi pemain global, bukan cuman pemain lokal alias jago kandang aja.
    Kira-kira apa solusi dari pak Budi?
    wass
    –bagyo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s