Penelitian dan Kerahasian Data

Sudah beberapa kali saya dihadapkan pada sebuah situasi dimana penelitian dilakukan dengan menggunakan data yang sifatnya rahasia (perusahaan). Peneliti boleh menggunakan hasil (data) tetapi tidak boleh menyebutkan nama perusahaannya. Atau bahkan pernah terjadi bahwa peneliti tidak boleh mendeskripsikan algoritma yang digunakan di produk perusahaan tersebut (karena terkait dengan rahasia dagang). Ini terkait dengan seorang kawan saya yang dalam penelitiannya melakukan optimasi dari placement and routing dari sebuah komponen (modul) elektronik. Peneliti harus menandatangani sebuah non-disclosure agreement (NDA).

Repotnya, peneliti tidak dapat mempublikasikan hasil penelitiannya tanpa mendapat tantangan oleh sesama peneliti lainnya (peer). Bagaimana kita bisa yakin bahwa data yang diperoleh adalah benar dan bukan rekayasa? Bukankah salah satu aspek dari penelitian adalah bahwa penelitian tersebut harus dapat diulang (oleh peneliti lain)? Inilah sulitnya jika kita melakukan penelitian di lingkungan industri. Padahal justru penelitian yang seperti ini yang bermanfaat.

Beberapa tahun yang lalu ada juga hasil penelitian di kampus yang kemudian dikomersialisasikan (menjadi start-up company). Kalau tidak salah produknya terkait dengan search engine. Nah, hasil penelitian tersebut (thesis?) kemudian ditiadakan (removed)  dari perpustakaan. Wah, bagaimana ini?

Bagaimana pendapat Anda tentang hal ini?

7 pemikiran pada “Penelitian dan Kerahasian Data

  1. Dalam kasus di atas, biasanya hasil penelitian dipatenkan terlebih dahulu sebelum dipublikasikan.

    Alternatif lainnya, NDA ditandatangani juga oleh profesor (peer) yang menguji serta peer yang hadir dalam ujian/seminar.

  2. bingung juga.. sepertinya karena haki belum sepenuhnya dilindungi.. kalaupun suatu produk hasil penelitian memiliki hak cipta, pasti ada produk lainnya yang menggunakan metode yang sama bahkan lebih parahnya lagi sudah ada konsumennya. makanya lebih baik dijadikan rahasia dagang.

    untuk review penelitian. sebaiknya justru pengujiannya lebih empirik. alih-alih membahas dasar teori dan triknya. yang diuji adalah produk jadinya bagaimana ‘benchmark’nya terhadap data standar.

    yang bingung, kenapa harus ditiadakan dari perpustakaan? mengapa tidak dimasukkan ke koleksi yang bersifat rahasia. judul tetap ada tetapi tidak dapat diakses. kalau tidak pernah ada dalam catatan, bukankah institusi penyelenggara penelitian juga ikut dirugikan? karena keluaran terukurnya jadi berkurang?

  3. Memang repot pak, kalau yang dipakai penelitian adalah data perusahaan.
    Saya pernah buat penelitian, kebetulan perusahaannya klien saya, jadi bener2 terbuka (bagi saya dan tim)…sayang memang tak bisa dipublikasikan, padahal menurut saya banyak sekali yang bisa dipelajari untuk orang lain.

    Jadi, sebetulnya kalau nulis di Blog, yang saya tulis adalah berupa cerita sebenarnya yang udah disamarkan, tapi tanpa data. Padahal kalau diluar negeri, banyak case study diperoleh secara riil dari perusahaan….ya mungkin karena sistem hukum kita belum bisa dipercaya sepenuhnya, jadi saya memahami kekawatiran mereka.

  4. saya seorang muslim. dan berdasar keyakinan ini saya selalu melihat adanya masalah dalam komersialisasi ‘produk digital’. oleh karena itu juga, saya sangat menghargai setinggi-tingginya semangat open source dan semua yang sejiwa dengan itu.

    dibutuhkan kerelaan untuk menyumbangkan karya intelektual untuk kemanfaatan bersama. ini tidak berarti menghilangkan pengakuan bahwa sebuah karya dihasilkan oleh seseorang.
    pengakuan intelektual tentu tetap ditegaskan. namun penggunaan lebih lanjut untuk keuntungan finansial dapat dibagi secara terbuka.

    saya yakin akan memberikan hasil yang jauh lebih besar dan bermakna untuk semua, untuk perkembangan ilmu pengetahuan dan kemanusiaan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s