Paragraf Terlalu Panjang

Saya sedang menilai tugas-tugas mahasiswa (kuliah security). Nilai harus masuk besok! ha ha ha. Dosen dan mahasiswa sama saja, menunggu detik-detik terakhir. Tugas mahasiswa yang ini adalah makalah.

Perhatikan gambar tulisan berikut. Apa yang salah?

From Perkuliahan

Duh susah sekali menjelaskan kepada mahasiswa bahwa buatlah tulisan yang ringkas. Ini paragrafnya panjang sekali…

Iklan

32 pemikiran pada “Paragraf Terlalu Panjang

  1. kadang itu dengan alasan supaya terlihat tebal pak. kadang kan dosen kasih nilai ndak mbaca konten kan? hayo…

    ada dosen yang suka gambar warna-warni

    ada yang suka tebel

    ada yang suka ada referensi dari namanya

    ;;)

  2. klo gak salah bhs indonesia sudah dimasukkan kembali ke kurikulum PT untuk angkatan baru tentunya πŸ˜€

  3. anjrisss…. masak gak tau satu paragraf itu satu pokok pikiran. jadi ingat kutipan dari siapa gitu loh, orang beken lah yang bilang: gw gak punya waktu untuk membuatnya jadi ringkas (bikin ringkas dan bernas emang susah, takes more time making it short than making it long and winding road…. gitchyu). kali mereka nilai ujian bahasa indoensianya 6 ya pak, gak kayak aye selalu sekitar 8.5 ampe 9.

  4. Ini terjemahan langsung siswa dari situs bahasa inggris atau mengutip apa adanya dari pustaka yang juga hasil terjemahan.

    Apa dalam kuliah sudah ada bahasa baku untuk istilah2 asing macam proxy, server, exploit, stateful inspection ?

  5. Aturan yang saya pakai kalau menulis paragraf : Tiga kalimat itu jadi satu paragraf, dengan salah satu kalimat jadi inti paragraf. Udah itu aja.

    Masalah dgn tulisan diatas adalah penulisnya tidak tahu kalimat mana yang jadi inti paragraf. Jadinya semua kalimat dianggap jadi inti paragraf. Jadinya paragraf nya segede bagong gitu πŸ™‚

  6. Panjang pendek paragraf seharusnya tergantung dari perbedaan topik antar paragraf. Kalau beda, bisa aja cuma 2 baris, tapi kalo masih membahas topik yang sama, yaa ga apa2 panjang-panjang, tapi ga enak dilihat…

    Kadang memang susah membedakan topik antar paragraf. Jadi dari pada bingung mending kalo udah beda-beda dikit langsung dipisahkan aja paragrafnya.

  7. slamat mlm om
    namanya jg jaman sekarang om
    hidup harus hemat dan prihatin
    makanya sperti itu
    kan jumlah lmbrannya jd sdikit
    kan bisa lbh hemat dananya om

  8. Andaikan, Misalkan.. Sedemikian rupa sang mahasiswa tersebut mengetahui bahwa koreksi tersebut ditampilkan di Blog pak Budi.. terlepas dari maksud, tujuan, dan komentar yang ada…

    kira-kira apa perasaannya si mahasiwa yah?
    Bila ada temannya yg mengetahui hal ini, (misal…) maka apa komentar teman2nya tersebut kepada si mahasiswa ini?

    ada yg bisa jawab?

    salam hormat

    # Tribas

  9. Hehehe…saya dulu malah dikomentari, kalimatnya terlalu pendek dan terlalu to the point. Katanya baru “seperti bahasa Indonesia?”

    Tapi justru komentar ini yang membuat terpacu, walau tetap tak bisa kalimat panjang-panjang.

  10. kira-kira apa perasaannya si mahasiwa yah?
    Bila ada temannya yg mengetahui hal ini, (misal…) maka apa komentar teman2nya tersebut kepada si mahasiswa ini?

    Mungkin saya awalnya malu, marah, dan jengkel karena ‘aib’ saya dipertontonkan di hadapan umum (meski mas budi tidak menyebutkan identitas saya), tapi saya ambil positifnya saja sebagai kritik buat perbaikan makalah ke depannya; justru jarang2 tho ada dosen yang secara khusus menunjukkan letak kekurangan kita di mana…

  11. memangnya kenapa kalo paragraf panjang. mungkin temanya memang belum selesai dibahas.

    anda adalah penggemar cerpen. karena itu anda suka paragraf pendek.

    selain itu anda tak suka ribut. itu sebab kedua anda tak suka paragraf panjang.

    bawahsadar anda takut menerima informasi. takut menerima kebenaran.

  12. Salam kenal,

    ga bisa disalahin sih Mas.

    Ada dosen yg senang kalo mahasiswa nya bisa ngebuat “BUKU” baru. Semakin tebal semakin bagus nilainya.
    Tapi jangan2x hasil copas lagi …?

  13. @tribas … ada contohnya kok. Beberapa waktu yang lalu saya juga memberikan contoh kesalahan penggunaan kata “di”. Saya memberikan presentasi di sebuah kelas.

    Ada satu mahasiswa yang gembira. Ternyata dia adalah mahasiswa yang tulisannya saya jadikan contoh yang salah. Dia … malah senang. ha ha ha. Gak bohong. hi hi hi.

  14. cara pak budi menyampaikan di blog juga halus kok, tidak terkesan memarahi mahasiswa
    Mungkin ini cara lain dosen menegur mahasiswanya , ada gak ya dosen menskrinsut nilai-nilai ujian mahasiswanya dan dipublish di blognya? πŸ˜€

  15. kayaknya setiap orang harus siap dikritik kan ? dimana saja , kapan saja dan ntah dgn cara apa . yg pasti mental dan jiwa besar harus terbentuk dan ditempa oleh berbagai situasi … mahasiswa loh .. calon pemimpin masa depan .

  16. @ mas Budi.

    however mas, kita tidak pernah paham bagaimana perasaan seseorang.

    anyway, saya suka kok dengan mas, karena mas supportif kepada mahasiswa mas, dan saya adalah salah satu yang pernah mas Budi support dahulu kala (mungkin mas lupa, tapi saat itu saya masih panggil “pak” hi hi hi), namun.. tidak atau belum tentu menjadikan mas selalu disenangi setiap orang khan? jadi berhati-hatilah mas…

    Semoga saja semua dapat mengambil hikmah positif dalam hal ini dan memanfaatkan segala kekurangan yg ada menjadi tamparan keras bagi perbaikan kita menjadi yang lebih baik dikemudian hari…Semoga.

    “May the evening star shining upon our heart..”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s