Tidak Menegur Duluan == Sombong?

Sekarang saya punya masalah; tidak menengur (menyapa) duluan. Nah, sikap ini bisa dianggap sebagai sombong.

Sebetulnya ada alasan mengapa saya tidak menegur duluan. Alasannya agak memalukan, tapi biarlah … untuk pembelajaran bersama. Alasan pertama adalah saya sering lupa nama. Misalnya saya bertemu dengan seseorang, saya sering sekali lupa namanya. Sehingga untuk menegur duluan, saya menjadi ragu. Mau panggil dengan nama apa ya? hi hi hi.

Sudah banyak orang yang mengajari saya untuk mengingat-ingat nama, tetapi tetap saja susah. Tambah umur, tambah susah lagi.

Alasan kedua adalah saya banyak mengajar dan memberikan presentasi sehingga saya sering lupa di mana saya bertemu dengan orang yang bersangkutan. Ini juga masalah besar bagi saya untuk mengingat-ingat karena jumlah orang yang ditemui sangat besar. (Mengajar: 50 sampai dengan 80 orang setiap kelasnya. Memberikan presentasi di seminar bervariasi dari 10 orang sampai ratusan orang.) Jadi alasan saya adalah … jumlah (scale).

Selain itu … apa lagi ya alasannya? Mencari-cari … hi hi hi. Oh iya, karena gak sempat atau lupa saja. Yang ini alasan yang manusiawi. Mohon maaf kalau saya tidak menegur duluan ya?

20 pemikiran pada “Tidak Menegur Duluan == Sombong?

  1. Kalau Pak Budi sering lupa nama, saya tidak ingat nama jadi ya sami mawon … Pernah disapa orang dan sedikit bla bla setelah itu saya mikir siapa tadi ya ? hahaha … sudah kronis kayaknya.

  2. Betul tuh…
    Saya sering banget lupa…
    kalau ketemu di jalan kadang suka inget muka tapi lupa nama.
    Atau kalau muncul di FB namanya aja inget, tapi mukanya lupa.

  3. Gapapa om, EGP aja.

    Lha wong sudah kenal ko ndadak tegur-teguran.

    di tegur atau tidak toh tetep sama aja khan, tidak meningkatkan kecerdasan, buang waktu.

    enakan ngomong yang penting-penting aja gitu looh

  4. Haha. Saya juga merasakan hal yang sama. Walau Saya inget nama dan kapan kenalannya, kadang Saya juga susah mau nyari topik apa buat diomongin. Hehe, =)

  5. sama pak…. biasanya kalo saya negur saya malah nanya “halo apa kabar? inget saya ga? hahaha…” “kita pernah ketemu di mana ya?”, benar-benar gaya sok pede…

  6. wajar saja pak Budi , siapa tahu sambil jalan sambil mikirin yang lain. jadi udah ndak sempet nyapa orang lagi.
    saya juga sering seperti itu.

  7. Puuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuaaaaaaaaaaaaaaaaaantttttttttttttteeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeesssssssssssssssssssssssssssssssaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaannnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn
    luppppppppppppppppaaaaaaa sama ane ya Pak ^_^

  8. Semua diawali dari hati, kalau hatinya sudah menutup untuk tidak kenal..ya…sampai kapanpun takkan kenal. Tapi dari kasus kebanyakan orang, lupa muncul karena seseorang kebanyakan mikir. nama si A di panggil si B, nama si B di panggil C…saking puyengnya….

    Saat ini saya sedang belajar mengenal orang dan mengingat nama orang, apapun rupa dan sikapnya.

  9. Terkadang kalau saya ragu orangnya kenal saya atau tidak, saya pura2 megang hape. Jadi punya alasan kuat buat ngga negur (ngga ngeliat, soalnya lagi baca sms).

    Tinggal nunggu aja dia mau negur saya atau tidak (kalau memang kenal)

    😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s