Gadget khusuth…

Paling sebel itu kalau mengeluarkan handsfree dari tempatnya (dalam hal ini kantong saku celana saya, ha ha ha), dia kusut. Susah diurai…

Grrr…

Bagaimana ya supaya tidak pabaliut seperti itu?

18 pemikiran pada “Gadget khusuth…

  1. Yup betul, “khusuth” -> hal yang sangat menyebalkan, bukan hanya pada handsfree, tetapi juga pada kabel power (adaptor) laptop, earphone, joystick, mouse, charger HP dan lain -lain pada saat akan digunakan atau dikeluarkan dari tasnya. “Pabeulit” basa sundana mah… :D.

    Hal yang bisa dilakukan untuk mengatasinya menurut saya :

    1. Setelah digunakan, alat harus dirapihkan kembali seperti saat qta baru mendapatkannya dari penjual (toko), bagian yang dapat terurainya diikat dengan karet atau kawat.

    2. Berikutnya di masukan ke dalam tas khusus atau ke dalam plastik (“kantong obat yang ada penjepitnya”) sebelum dimasukan ke dalam saku , tas laptop atau tempat lainnya.

    3. …. barangkali ada yang mau menambahkan

    Dua point diatas setidaknya dapat membantu untuk mengatasi masalah “pabeulit” tadi, sedikit memakan waktu tetapi berbuah kesenangan. karena pada saat qta akan menggunakannya kembali, alat dalam keadaan rapih dan mudah diurai.

  2. H.H.H…pabaliut Pak……
    Saran saya setelah dipakai dirapikan, atau pake yang wireless….atau jangan dilepas-lepas Pak, biar ngak ribet…he…he…?!?

  3. Saya juga pakai bluetooth, dari dulu tidak mau pakai handsfree karena alasan yang sama – plus katanya handsfree itu membantu meningkatkan radiasi EMF ke otak ๐Ÿ™‚ katanya lho.

    Alhamdulillah ini dapat handset bluetooth yang lumayan awet baterainya, jadi tidak menyebalkan karena saban sebentar musti di charge.

  4. mo gimana lagi pak..

    pake bluetooth..

    bahaya, mengingat keamanan dari bluetooth itu sendiri

    bukan begitu pak? ๐Ÿ˜€

  5. Ah, buang aja sama gadgetnya. Beli baru aja yang banyak, masukkan kategori barang habis, hehehe……..

  6. Kasus yang sama pada tiap orang…
    Btw, kayaknya bagus juga untuk membuat bahan anti kusut (inovasi). Kabelnya punya inteligensia untuk mendeteksi bahwa ‘saya tidak boleh tergulung dan terbelit”.
    Mungkinkan? he…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s