Bisnis Open Source

Banyak orang yang mengatakan bahwa tidak ada bisnis di dunia open source karena dasarnya adalah gratis (free). Apakah mungkin ada bisnisnya?

Pertama, bahwa open source itu sama dengan gratis adalah salah besar. Saya tidak ingin memperpanjang lebar uraian ini. Suatu saat deh. Ada yang lebih menarik lagi untuk dibahas, yaitu contoh bisnis yang dasarnya adalah “gratis”. Mari saya coba buatkan analoginya.

Udara yang kita hirup ini adalah gratis. Apakah ada bisnis yang bisa dibangun dengan ke-gratisan udara ini? Ada! Contoh yang paling gampang adalah usaha pompa ban. Kadang kita pergi ke tempat tambal ban untuk “menambah angin” ban mobil / motor kita. Udara atau angin yang gratis ternyata bisa dibisniskan dengan layanan memompakan udara tersebut ke ban kita. (Ini contoh fokus kepada layanan, bukan kepada produk open sourcenya.)

Udara juga bisa kita “murnikan”, misalnya hanya kita ambil oksigennya. Setelah itu oksigennya kita masukkan ke tabung dan dijual. Jadi produk baru lagi tuh. Padahal oksigen ada di sekeliling kita. (Analogi softwarenya apa?)

Menyambung contoh pompa ban. Kalau kita tidak ingin udara apa adanya, kita bisa menggunakan nitrogen. Maka layanan memompa ban bisa dibuat menjadi lebih mahal. (Analogi softwarenya apa?)

Contoh lain yang bisa kita gunakan adalah usaha air kemasan. Kalau di tahun 1970-an (atau tahun berapa lah) ada yang mengatakan bahwa kita bisa menjual air putih, maka dia akan menjadi bahan tertawaan. Lah di restoran dan bahkan warung, air teh saja sudah gratis. Ini mau MENJUAL air putih yang tawar itu? Mana mungkin! Pada kenyataannya sekarang kita sudah terbiasa dengan air kemasan itu.

Beberapa tahun yang lalu ketika harga bensin masih relatif murah, harga air kemasan bahkan lebih mahal dari harga bensin. hi hi hi. Orang MAU BELI air tawar.

Inilah contoh-contoh bahwa ada banyak bisnis yang dapat dibuat di atas sesuatu yang gratis. Nah, mari kita cari bisnis apa yang bisa kita bangun di atas software yang open source atau masuk ke kategori free software-nya (FSF).

Iklan

21 pemikiran pada “Bisnis Open Source

  1. Menjadi pembicara seminar OSS kan juga dapet duit pak ? hehe…

    Nah itu kan bisa termasuk bisnis. Saya bersedia kok jadi EO nya, khusus pembicaranya Mr. GBT !! hi..hi..

  2. Ada perbedaan antara “membuat bisnis” dan “membuat bisnis yang menguntungkan (profitable)”.

    Juga ada perbedaan antara “sedikit profit” dan “banyak profit”.

    Usaha pompa ban? Gampang memang, tapi coba tanya apa ada yang punya cita-cita membuat usaha tambal ban? karena profit kecil?

    Usaha air minum kemasan? Sudah banyak berjibun dan butuh modal usaha yang tidak sedikit.

    Analogi ini ngga salah, tapi mungkin tidak cukup untuk menarik orang mencoba berbisnis open source.

    Tambahan lagi,

    Bisnis open source punya saingan yang cukup berat, yaitu bisnis closed source. Masih banyak sekali dunia usaha yang bergantung terhadap bisnis closed source (ini kenyataan).

    Sedangkan contoh bisnis pompa ban, apakah ada saingan-nya? Di mana-mana, kalau ban kempes (tidak bocor ya), pasti lari-nya ke pompa ban. Apa ada alternatif lain? Kalau beli ban baru kok ya gak nyambung.

    Usaha air minum kemasan, apa alternatif nya? Masa Coca-cola? Tentu saja beda.

    Jadi, masih belum mengena analogi-nya. Tidak bisa menunjukkan posisi open-source sesungguhnya.

  3. Sudirman,
    di Amerika Serikat, bisnis air putih sangat menggiurkan. Mereka yang beli adalah mereka yang tidak mau minum banyak gula. Selain itu saat musim panas di masa banyak badai, minuman air putih ini biasanya sangat laku dijual karena orang bersiap-siap seandainya tidak ada air bersih.

    Jadi analoginya sebenarnya sudah tepat.

    Bedakan juga antara open source dengan free software. Microsoft pun, mulai melirik open source sebenarnya.

  4. Kalau menurut saya, analogi bisnis air putih sudah tepat, walaupun seperti yang dikatakan Sudirman, investasinya cukup besar.

    Sedangkan bisnis pompa ban kurang tepat, karena tidak ada alternatifnya.

  5. klo menurut saya opensource itu malah tdk ada hub dgn bisnis…bukannya yg dimaksud dgn opensource itu adalah menyertakan source code dari software yg dibuat (setau saya hanya itu)…? mungkin bs berbicara bisnis klo ttg lisensi….free software / propietary software…tidak semua free sofware itu itu opensource, tapi hampir semua opensource software itu freeware….dan utk bisnis, saya bahkan pernah menjual software opensource milik saya sendiri…. πŸ™‚

  6. cerdas…
    yang mahal adalah ide-nya, tidak harus ide baru.
    dan, yang paling penting adalah bagaimana melaksanakan ide itu. ayo Indonesia, kita bisa!

    lho, kok.. malah kampanye… hehe.
    viva opensource!

  7. @Sudirman

    Analogi Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) menurut saya sudah tepat.

    – Air putih tawar gratis kalau mau ambil sendiri ke mata air, mirip source code Linux gratis kalau mau ambil sendiri ke sumbernya.

    – Penjual AMDK “standar” pada dasarnya menjual kemasan, mirip penjual CD linux yang juga menjual kemasan.

    – Harga AMDK “rasa macam – macam” lebih mahal, mirip dengan harga CD linux yang ditambah “macam – macam” (bisa buku atau software tambahan atau pelatihan …) lebih mahal.

    – Saingan penjual AMDK adalah penjual air kelapa atau air nira sebagai sesama penjual minuman, yang pertama gratis kalau mau ambil sendiri dari mata air, yang kedua di sumbernya juga tidak gratis, jadi setara dengan saingan penjual linux adalah penjual Microsoft Windows sebagai sesama penjual OS.

    Contoh aplikasi open source yang dibisniskan bisa dilihat di wikipedia entry “Commercial_open_source_applications”.

    Contoh bisnis model berbasis open source bisa dilihat di wikipedia entry “Business_models_for_open_source_software”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s