Review Buku: How the Mighty Fall

Baru saja saya selesai membaca buku “How the Mighty Fall” karangan Jim Collins. Dia ini yang juga membuat buku “Good to Great“.

Buku ini membahas tentang bagaimana sebuah perusahaan yang tadinya besar sekarang hilang tidak berbekas (gulung tikar) atau menjadi sangat kecil sekali. Pernah dengar yang namanya Circuit City atau Zenith? Ini adalah contoh perusahaan yang tadinya besar tetapi kemudian mati.

Bagaimana hal ini bisa terjadi? Apakah ada tanda-tandanya? Apakah memang ada tandanya? Bagaimana menyikapi hal ini?

Bagus sekali pembahasannya; to the point dan dengan data yang lengkap. Maklum, Jim dan kawan-kawan ini kan memiliki data dari penelitian untuk buku sebelumnya. Dia memformulasikan fase-fase (stage) perusahaan yang mau ambruk itu:

  1. hubris born of success (maksudnya arogan);
  2. undisciplined pursuit of more (maksudnya mencoba berbagai hal yang gak penting);
  3. denial of risk and peril (tidak mau mengakui adanya masalah di dalam, menyalahkan orang lain atau lingkungan);
  4. grasping for salvation (kelabakan mencari solusi);
  5. capitulation to irrelevance or death (terlambat dan akhirnya menjadi tidak penting atau mati).

Membaca buku ini jadi serem juga. Gloomy. Tapi memang harus dipelajari. Langsung ke-ide-an untuk mengaplikasikan ini di lingkungan tempat saya berada.

Kesimpulannya: buku ini bagus (wajib?) untuk dibaca bagi yang memimpin perusahaan atau organisasi! Recommended.

Iklan

9 pemikiran pada “Review Buku: How the Mighty Fall

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s