Terlalu Banyak Program Tambahan

Saat ini saya sedang memasang sistem operasi di komputer saya (yang baru – horeee). Dua sistem operasi yang saya pasang, yaitu Windows XP dan Ubuntu. Ternyata setelah instalasi ada banyak aplikasi atau program tambahan yang harus saya pasang, misalnya:

  • firefox (untuk windows xp, kalau di ubuntu sudah bawaan),
  • plugin untuk firefox (adobe flash, …),
  • adobe reader,
  • iTunes dan winamp (untuk di windows) [atau kayaknya mau pindah ke songbird saja?],
  • anti virus,
  • … dan masih banyak lainnya lagi (yang esensial dan gratis).

Untuk memasang ini semua membutuhkan akses internet yang cukup kencang. Saat ini saya masih tertatih-tatih memasangnya. Semuanya tidak selesai dalam satu hari. Kebayang oleh saya jika saya harus melakukan ini (instalasi) di daerah terpencil (rural area) yang internetnya sangat lambat.

Itulah sebabnya layanan broadband merupakan hak asasi manusia Indonesia 🙂 he he he

Satu lagi, semuanya harus saya lakukan secara manual dengan mengunduh satu persatu. Asyik juga kalau sudah ada DVD yang isinya semua program gratisan tersebut.

17 pemikiran pada “Terlalu Banyak Program Tambahan

  1. salam kenal mas, beberapa hari lalu website kami http://spreibantalcinta.com hilang dari mesin pencarian google katanya masuk sandbox, padahal itu adalah ladang usaha untuk nambah penghasilan keluarga, tapi selang 5 harian kurang lebih muncul kembali , apa penyebabnya dan bagaimana mencegah terulang kembali. makasih

  2. Oo, broadband itu masih hak ya, kirain kewajiban 😛

    Sama nih Pak, saya juga baru beres install program dan pindah-pindah data ke laptop baru.

    Sebenarnya ada cara yang lebih mudah, tanpa install satu per satu. Yaitu dengan menduplikasi harddisk di laptop lama untuk dipasang di laptop baru (copy image).

    Cara itu kemarin saya coba tapi gagal, Windows-nya keburu blue screen. Sepertinya karena harddisk drive controller di mobo laptopnya beda, windowsnya ngambek. Boro-boro safe mode, di-repair pun tidak bisa.

    Akhirnya pindahannya pakai kabel LAN aja, cepet kok, 1Gbps.

  3. Kalau iso dvd nya harus download juga, sama saja repot nya pak :). Ada ide untuk distribusi yang lebih manusiawi?

    Ide saya sih di distribusikan dengan pos 😀

  4. Kayaknya butuh pemodal besar buat bikin perusahaan ala canonical, tapi nyediain cd /dvd repository. Kalo gak gratis, ya minimal terjangkau lah! 🙂

  5. kalau di tampat saya dibiasakan membuat masternya pak… jadi installer program yang biasa digunakan yang bisa disimpan dimasukkan dalam harddisk… baru setelah itu program yang harus diinstall online atau updatenya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s