Kultur Bisa Berubah

Ketika masih remaja, saya tidak pernah mengenakan helm ketika mengendarai motor. Bukan karena saya ingin merasa sok jago atau karena ingin melanggar hukum, tetapi waktu itu memang penggunaan helm tidak diwajibkan. Bahkan orang yang mengenakan helm malah menjadi perhatian orang, “Wah … hebat. Pembalap nih?” Waktu itu memang helm masih menjadi barang yang langka. Kalaupun ada harganya bisa dikatakan mahal.

Sekarang, silahkan coba mengendarai motor tanpa helm. Dapat dipastikan langsung menjadi perhatian pak Polisi. Jangankan pak Polisi, masyarakat pun akan mengerutkan alis. “Berani sekali naik motor tanpa helm???

Perubahan ini terjadi karena adanya aturan yang mewajibkan penggunaan helm, adanya kesadaran akan masalah keamanan, dan helm sudah tersedia di mana-mana dengan harga yang terjangkau. Kesemuanya ini mengubah kultur.

Nah sekarang kita pindah ke dunia software.

Pada awalnya software tidak dijual secara komersial karena software menjadi bagian (paket) dari hardware mainframe. Tidak ada yang membeli software secara khusus karena tidak ada orang yang punya mainframe di rumahnya. Kemudian terjadi penemuan komputer pribadi (personal computer, PC) dan software kemudian mulai dijual terpisah. Maka muncullah industri software.

Di Indonesia, ketika komputer – dalam hal ini komputer pribadi – mulai ramai digunakan, tidak banyak orang yang membeli software. Maklum, di toko jarang ada yang jual dan kalaupun ada harganya luar biasa mahal. Umumnya orang hanya mengopy software dari orang lain. Bahkan toko pun memasangkan software tanpa memungut biaya. Mungkin hanya perusahaan multi nasional yang membeli software asli. “Membajak” software merupakan norma pada waktu itu. Tidak ada yang aneh.

Sekarang situasinya sudah berbeda. Harga software sudah lebih terjangkau, aturan hukum mulai ditegakkan, dan ada banyak alternatif software lain (free software, open source) sehingga semakin banyak orang yang menggunakan software yang 100% original. Bahkan sekarang normanya adalah menggunakan software legal. Penjual hardware (komputer) pun sekarang sudah memasangkan software yang original.

Ternyata memang kultur bisa berubah ya. Bagaimana dengan Anda? Masih tetap seperti dulu?

100% original

Iklan

9 pemikiran pada “Kultur Bisa Berubah

  1. Iya manusia bisa karena terbiasa sebab budaya menurut saya adalah suatu aktivitas keseharian manusia yang dibiasakan . Contoh kecil ketika kenaikan harga BBM diumumkan, semua orang ribut, antri membeli BBM dimana-mana, namun setelah beberapa hari berlalu ya orang akan terbiasa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s