Menjual Kompetensi Indonesia

Gak bisa tidur karena terlalu excited memikirkan kelanjutan dari pertemuan kemarin. (Ya, kemarin karena sekarang jam 2 pagi sehingga secara teknis sekarang sudah hari berikutnya. hi hi hi.) Saya ingin menunjukkan kepada dunia betapa hebatnya manusia-manusia Indonesia. Mungkin tidak semua, tapi cukup banyaklah yang hebat. Cukup untuk menjadi penarik atau pemicu.

Ada banyak cerita yang ingin saya tuangkan. Akibatnya saya tidak bisa tidur. Maka ngeblog-lah saya. hi hi hi.

Yang pertama ingin saya tulis adalah apakah memang benar Indonesia memiliki SDM yang excellent?Β  (Khususnya yang terkait dengan bidang teknologi.) Kayaknya saya bisa mengatakan iya. Percayakah saya terhadap itu? He** yes! Saya melihat diri saya sendiri dan rasanya kualitasnya tidak kalah dengan orang lain di dunia. he he he, muji diri sendiri. Apakah ini too good to be true?

Tentu saja kita masih punya masalah untuk lebih banyak menghasilkan SDM yang world class. Bagaimana memotivasi anak muda agar mereka mau meraih tingkat kemampuan teknis yang lebih tinggi ya?

[Sorry kalau tulisannya agak convoluted. Maklum, jam 2 pagi. hi hi hi.]

17 pemikiran pada “Menjual Kompetensi Indonesia

  1. salam kenal Pak Budi…
    Saya pun di Belanda sini merasakan hal yg sama. Pembimbing sy di sini terus memuji2 keberhasilan orang Indonesia di grup mereka.
    Apakah mungkin karena iklim kompetisi yg berbeda dengan negara2 maju, Pak? Hm…

  2. Percaya lah Pak. Sebab orang kita biasa ngulik, meskipun pakai software bajakan. Teman2 di Seni Grafis malah sudah punya divisi Intermedia, yang waktu acara Semarak.bdg (2010) sempat menggarap video mapping Gedung Merdeka (Asia Afrika).

  3. Orang Indonesia kekurangan KAIL pak, dalam artian: kekurangan KESEMPATAN. Kalau diberikan kesempatan, bisa gila2an kok. Misal: berikan kesempatan mendapat pendidikan yg baik. Poles dikit, eh jadi deh juara Olimpiade Fisika asal Papua… etc. Bahkan, berikan kepercayaan untuk bisa membangun bangsanya sendiri. Nah skrg aja di kebanyakan proyek engineering, pemerintah lebih percaya bule, ya gimana mau berkembang bangsanya ?
    Pengalaman di Korea: org Korea diberi kesempatan membangun bangsanya sendiri, jadilah Korea bisa maju. Dalam 10 tahun belakangan kemajuannya dilaporkan sangat pesat.

  4. Salam kenal pak Budi.
    Pak Budi sangat memiliki kemampuan yang luar biasa dalam bidang IT khususnya Security

  5. Salam kenal Pak Budi! Wah menarik sekali. Saya dari dulu bertanya-tanya, kenapa di Indonesia tidak ada research center yang mendunia, seperti misalnya di Singapura. Bila dukungan dari pemerintah kurang, bisakah murni memanfaatkan swasta/asing? Semoga langkah pak Budi ini dapat menjadi langkah awal majunya industri inovasi kita πŸ™‚

  6. Selain kemampuan teknis, ada satu lagi hal yang penting yang perlu anak muda Indonesia perhatikan untuk diasah: ENGLISH. Tidak peduli apakah dia calon IT Expert yang bertemu dengan banyak orang ataupun hanya berada dibelakang layar, menurut saya kemampuan berbahasa Inggris yang baik sangatlah penting. Tentunya kemampuan berkomunikasi yang baik juga penting.

  7. kalimat terakhir dari tulisan Bapak perlu langkah kongkrit sepertinya Pak.

    salam dari pengagum seorang Budi Rahardjo

  8. Kalo menurut saya, akar masalahnya cuman 1 Pak. Masyarakat kita terlalu mengagungkan sesuatu yang import dari luar. Entah itu produk, karya, maupun orang luar (bule). Padahal kualitas kita tak kalah bagusnya, cuman nggak banyak yang melirik. Solusinya? Cintai produk dalam negeri, kita mampu kok swasembada πŸ˜€

  9. Orang Indonesia memang memiliki kemampuan bersaing dengan negara lain, asal jangan terlalu textbook aja..paradigma pendidikan juga mesti di ubah lebih besar practical

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s