Perlukah Software Diproteksi

Salah seorang mahasiswa bimbingan saya baru menyelesaikan tugas akhirnya. Topiknya adalah seputar proteksi software dengan memperhatikan perangkat keras yang digunakan oleh software tersebut. Dia membuat program yang mengambil data dari komputer (misalnya, identitas CPU, MAC address dari ethernet card yang digunakan, dan sejenisnya) kemudian mengirimkan data tersebut ke pembuat software (aplikasi) untuk dibuatkan license key. Kunci ini kemudian diberikan bersama dengan software. Sistemnya agak sedikit rumit.

Pertanyaannya adalah perlukah kita melakukan hal ini semua? Kenapa kok jadi ribet begini? Alasan utamanya adalah agar pengguna menggunakan software yang 100% original. Itu saja bukan? Kalau semua pengguna jujur dan baik-baik, mungkin penelitian ini tidak perlu dilakukan.

Akibat dari proteksi semacam ini sebetulnya ada kerepotan tambahan bagi pengguna atau orang yang mengurusi software di perusahaan (misalnya aplikasi tersebut digunakan secara luas di perusahaan). Sebagai contoh, jika ethernet card dari komputer yang digunakan rusak dan digantikan dengan card yang lain maka MAC address-nya berbeda. Akibatnya software tidak dapat digunakan di komputer tersebut karena sistem proteksi lisensinya akan mengatakan bahwa software digunakan di komputer lain yang tidak terlisensi. Pengguna harus menjalankan program tertentu (untuk mendeteksi hardware yang baru), kemudian mengirimkan hasilnya ke pembuat software untuk dibuatkan lisensi yang baru. Repot jika proses ini tidak berjalan secara cepat. Misalnya proses ini berjalan beberapa hari, maka software tidak dapat digunakan selama itu.

Yang paling elegan adalah kalau pengguna baik-baik dan mau membeli software 100% original sehingga kita semua tidak perlu direpotkan dengan hal seperti ini. Mau kah kita? Mestinya mau ya. Sementara itu nampaknya penelitian proteksi software masih harus terus berlangsung.



Iklan

18 pemikiran pada “Perlukah Software Diproteksi

  1. sekarang ini beberapa software spesifik kebutuhan industri sudah melakukan itu pak…. tapi biasanya pada saat ada perbedaan (karena ganti hardware) masih dikasih waktu pemakaian secara ilegal selama 1 bulan… yang gunanya untuk waktu meminta update license key yang baru ke pembuat software….. begitu dapet generate key yang baru….. baru deh status ilegal-nya jadi legal….. so far sih gak ada problem berarti…..

  2. wah, saya agak ga ngerti, tapi menurut saya ga semua orang itu elegan atau mau menggunakan software yang original. makanya harus jadi ribet begini, untung mengurangi kerugian developer software tsb. CMIIW.

  3. Nah…open source memberi alternatif.

    Mendidik masyarakat untuk elegan dan baik menurut saya tetap perlu. Di sisi lain, produsen software harus mempertimbangkan harga yang relatif murah!

    Salam…

  4. kalo tidak ada orang yg suka maling, kita tidak perlu repot2 bikin segala macam kunci dan gembok. Tapi kan kenyataannya tidak begitu.

  5. Menurut saya sih berlebihan pak (kecuali kalo software itu memang sudah besar, banyak penggunanya, dan memberi pendapatan besar).
    Proteksi semacam ini justru memancing para cracker utk menjebolnya.

  6. @Whisnu : ya itu bedanya Tuhan dan Programmer, Tuhan ga butuh uang sedangkan programmer butuh uang. Titik.

    @gusENGGER & @archer : Software legal kemahalan? betulkah? kalo anda saat ini pengguna Software gratisan, dan menggunakan software itu untuk operasional sehari2, apakah anda pernah mendonasikan uang anda untuk software itu? walopun cuma 1 dolar? kan suka ada tuh tombol “DONATE”

    Software masih perlu diproteksi, betul kata @F4T80Y5 bisa dengan melegalkan selama 1 bulan jika memang ada problem di hardware, dan jika memang software-software sudah sulit di bajak, saya pikir akan bermunculan software-software tandingan yang lebih baik dan murah.

  7. Seneng baca komentar Mas Poenk yang ini..

    “ya itu bedanya Tuhan dan Programmer, Tuhan ga butuh uang sedangkan programmer butuh uang. Titik.”

    Nendang!!

  8. sangat perlu aplg org2 indo lebih suka yg bajakan…
    daripada software yg diproteksi mending diri kita dan keluarga yg diproteksi dari bergaulan ala kafir

  9. waduh pake cpuid , mac address .. Udah terlalu gampang di jebol.. Bahkan ada yang pake dongle protectionnya masih bisa diemulasi.. Pakai drm juga bisa di remove. Skrg karena udah internet bagus pake server validation+drm..

    Contoh sederhana ya windows 7 yang pake slic bios + server validation ,mudah skali di jebol dg mengcompare/dumping pc yang lisensinya valid tinggal dibuat patch /loadernya..

    Proteksinya yg menyusahkan pembeli nggak ada gunanya….

  10. Perlu lihat perkembangan di US dimana Microsoft, melobby supaya ada UU yang memperboleh mereka menuntut perusahaan-perusahaan di Amerika karena mempunyai hubungan dagang dengan rekanan yang menggunakan software aspal.

    Jadi, kalau kita supplier ke WalMart, tapi kita ketik invoice menggunakan MS Word palsu, WalMart bisa dibawa ke pengadilan, sama dengan mengkaryakan buruh dibawah umur.

    Oke, ini UU yang berlaku atau lagi dipertimbankan untuk negara maju, tapi kan message-nya sama. Pakailah yang orisinil, kalau tidak bisa bayar, ya jangan beli dong.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s