Mencegah Plagiat

Topik plagiat mulai muncul lagi. Mungkin karena ini waktu-waktu akhir perkuliahan dan mendekati sidang sarjana?

Salah satu upaya yang dilakukan di perguruan tinggi adalah mengharuskan mahasiswa memasang pernyataan di buku tugas akhir / thesis / disertasi yang menyatakan bahwa karyanya bukan hasil plagiat. Mungkin seperti ini (diusulkan pak Wardono)?

“Saya menyatakan bahwa isi dari tugas akhir / skripsi / tesis / desertasi ini adalah asli (terjemahan “original” itu apa?), kecuali seperti yang dinyatakan didalam teks dan belum pernah, baik sebagian maupun seluruhnya, diajukan untuk mendapatkan gelar akademik baik di Institut Teknologi Bandung maupun perguruan tinggi lainnya”

Apakah di tempat pembaca ada hal yang serupa? Apakah pendekatan ini cukup efektif?

17 pemikiran pada “Mencegah Plagiat

  1. kalo menurut dosen saya yang kuliah di luar negri, sejak pengajuan judul thesis/Tugas Akhir mahasiswa, sang dosen pembimbing harus mencari apa ada yang pernah mengerjakan thesis/TA dengan judul yang sama, bahkan untuk pengajuan judul saja bisa makan waktu satu minggu.

  2. kalau di elektro UNUD pake. pernyataan lengkapnya :
    Dengan ini saya menyatakan bahwa dalam skripsi(tugas akhir) ini tidak terdapat karya yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan di suatu perguruan tinggi, dan sepanjang pengetahuan saya juga tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain, kecuali yang secara tertulis diacu dalam naskah ini dan disebutkan dalam daftar pustaka. Efektivitasnya kurang tahu juga, tapi menurut saya dosen pembimbing yang mesti hati2 agar jangan sampai kecolongan.

  3. Apalah artinya sebuah pernyataan pak. Kalau dari niatnya sudah copas/plagiat ya bakalan plagiat meski dengan segala cara

  4. AhhAhh, Masalah Pagiator, di universitas saya kita turn in kerja kita dengan Turnitin, electronicaly, kalau ada pharses yag sama dengan yang sudah ada langsung “detected”..jadi gak ada yang ada kesempatan copy paste work..lah in dalm bahasa inggris kalau dalam bahasa Indoensia saya tidak tah apakah turnitin bisa bermanfaat?

  5. Di beberapa perguruan terkemuka di LN, sudah digunakan software pendeteksi plagiat. Saatnya ITB menggunakannya juga. Dalam bahasa Indonesia tentunya.

    Tentunya ada dua syarat utama supaya sistem pendeteksi plagiat ini bekerja
    – semua karya ilmiah harus dipublikasikan secara elektronik.
    – perpustakaan-perpustakaan saling terhubung satu sama lain. Untuk ini jaringan GDL bisa dimanfaatkan.

  6. Pendekatan online tampaknya cukup menjanjikan mengatasi plagiat.

    Misalnya seluruh perguruan tinggi Indonesia bersatu membuat semacam wikipedia yang isinya tentang tugas akhir semuanya.

    Jadi tinggal cek saja di wiki-tugas-akhir tersebut.

    Salam…

  7. maling tentu lebih pinter ketimbang polisi. segala cara pasti bisa. kopi aja ke gugel translate, terjemahkan ke bahasa jerman, terus terjemahkan hasilnya ke bahasa belanda, terus terjemahkan hasilnya lagi ke bahasa turki, terus terjemahkan lagi ke bahasa polandia, baru terakhir diterjemahkan lagi ke bahasa yang diinginkan, tinggal edit sedikit beres udah… udah banyak kayaknya yang maen begituan. karena hasilnya udah banyak bedanya dan software apapun tidak bisa mendeteksi frase yg sama karena udah beda sama sekali tapi artinya sama. harah…….

  8. Ya Kalau memang watek Maling @Coekma, ya payah..kapan mau maju kalau gitu. Yang aku heran ribet susah susah memperjemakan ke bahasa lain dan lebih kerja keras sebagai plagiat/ dari waktu dan otak MAlingnya lebih manfaat selesain saja sendiri thesis gak perlu repot repot copy sana copy sini, terjemah sana terjemah sini tambah ruwet. Kalu tidak beli saja sekalian jasa bikin thesis, banyak! Klaumemang tidak tahu theissnya bidangnya. TAPI, kalau memang tidak tahu mata pelajaran kenapa kuliah dalam bidang itu? dah Watak Maling kanankiri kena deh!

  9. mahasiswa harus mulai diajarkan paten pak. jadi kalo ada hukumnya. ketika penelitian mereka dipaten juga akan memberikan tanggung jawab ke mereka untuk menghasilkan produk yang ga sembarang

  10. saya justru heran, kenapa harus menggunakan pernyataan bahwa karya ilmiah yang dibuat adalah asli buatan sendiri / bukan hasil nyontek ? bukannya tugas tersebut memang sewajarnya asli ? dan bila tanpa pernyataan itu apakah karya tulis tersebut diragukan keasliannya ?

  11. pernyataan itu harusnya bisa jadi rambu2 buat mahasiswa. Efektifkah ? Tergantung dari mental masing2

  12. Banyak pejabat yg korupsi meskipun pernah bersumpah untuk tidak korupsi. Jadi apa artinya cuma sekedar pernyataan?
    Kenapa tidak kita terapkan saja sanksi yang tegas? Misalnya, kalau terbukti plagiat, thesisnya diumumkan sebagai hasil plagiat dan kelulusannya dibatalkan, meskipun ybs sudah lama lulusnya. Kalau perlu, Perguruan Tingginya juga dikenai sanksi. Ini lebih efektif, asal dilaksanakan dengan konsisten dan tidak tebang pilih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s