Desain Urinoir

Desain sebuah produk harus disesuaikan dengan budaya dari penggunanya. Saya ingin mengangkat topik desain urinoir, tempat kencing yang digunakan di wc lelaki. Topik yang tidak lazim, tetapi harus dibahas.

Warga Indonesia sebagian besar beragama Islam. Bagi Muslim, membersihkan alat kemaluan setelah pipis merupakan sebuah kewajiban. Nah, yang dimaksud membersihkan di sini adalah mencuci.

Seingat saya waktu kecil dulu tidak ada desain tempat pipis (urinoir) yang khusus. Urinoir bergabung bersama tempat buang air besar. Bahkan dahulu sekali, semuanya hanya berbentuk lubang di tanah. (Plumbingless system he he he.) Sekarang ada tempat pipis khusus, urinoir.

Repotnya desain urinoir pada awalnya tidak mengakomodasi kebutuhan untuk mencuci alat pipis šŸ™‚ Silahkan lihat di hotel-hotel besar. Maka repotlah bagi yang mau pipis. Tidak ada fasilitas untuk mencuci. Ada yang kemudian membawa gayung berisi air ke urinoir. Ada yang membasahi kertas tisue dengan air untuk mengelap (kemudian bingung mau membuangnya di mana). Pokoknya desain tidak cocok.

Kemudian muncul desain urinoir yang menyediakan pipa kecil di bagian atas. Pipa ini mengeluarkan air ketika urinoir di-flush. Maka ada solusi untuk mencuci ini. Saya rasa yang mendesain ini mengerti kebutuhan orang Muslim.

Sekarang ada inovasi desain urinoir lagi!

Salah satu hal yang ditakutkan ketika pipis adalah adanya cipratan air pipis ke celana. Kalau kena air pipis, najis, maka yang bersangkutan tidak dapat menggunakan celana ini untuk shalat. Repot. (Makanya ada yang bawa sarung ke mushola / masjid dan berganti dengan sarung ketika mau shalat. hi hi hi. Ada yang merasa kurang nyaman dengan ini, tapi bagaimana lagi kalau celana kena najis?)

Nah, ternyata saya menemukan desain urinoir yang bisa membantu untuk menghindari cipratan pipis ini. Saya menemukannya di rest area jalan tol Cikampek km 57 (arah menuju Bandung) dan sekarang di rest area jalan tol Cikampek km 42 (arah menuju Jakarta).

Ada plastik bening yang dipasang di bagian bawah urinoir yang sekarang ada untuk menghindari cipratan. (Lihat foto.) Menariknya juga plastik tambahan ini dapat dibuka untuk memudahkan bagi petugas pembersih wc (janitor).

Hebat … Nah, ini dia desain yang khas Indonesia yang mungkin tidak bisa ditemukan oleh desainer di luar negeri. Sekarang tinggal bagaimana membujuk hotel-hotel bintang 5 untuk memasang desain ini.

34 pemikiran pada “Desain Urinoir

  1. di beberapa masjid mulai pake pak, di sunda kelapa udah pake. desain yang simple tapi sangat berguna..

  2. Selagi membahas topik yang satu ini:

    hehehe, saya juga baru liat desain ini barusan saja di gedung Arthaloka, keliatannya baru dipasang. Soalnya sebelum ini tidak pernah ada.

    Satulagi terkait dengan WC jongkok/duduk, saya pernah memperhatikan di Makkah & Madinah dan saya bilang disana WCnya sangat bagus, yaitu lubang kubangan airnya berada jauh didalam (sekitar 1-1,5 meter), sehingga tidak mungkin air yang ada didalam terciprat keluar.

  3. Secara umum urinoir memang tidak mengakomodasi air untuk mencuci yang ada hanya flowing system untuk membilas sisa urine pada urinoir. Urinoir ditempat-tempat umum adalah ruang publik yang dapat diakses banyak orang. Tidak ada jaminan mereka yang (maaf) pipis menggunakan fasilitas ini mengindahkan kebersihan dan aspek kesehatan sehingga sangat mungkin urinoir terkontaminasi berbagai kotoran dan bahkan bibit penyakit. Mungkin hal ini yang menjadi alasan mengapa tidak disediakan air untuk mencuci pada urinoir.

  4. di kantor saya juga sudah pakai pelindung plastik seperti itu, pak. lebih tinggi malah. sumbangan dari Majelis Ta’lim kantor. šŸ™‚

  5. Yes ide urinoir yg bagus terutama buat kita yang muslim….Kebanyakan dari siksa kubur karena masalah kecing…(Hadits)……Ket : dalam arti tidak bisa menjaga najis (sep cipratan2 tsb dll), kadang kita prihatin lihat banyak or yang ber wudlu dari wc/km mandi tidak memakai sandal (he he…jinjit2) atau mushola yg berbelahan dengan wc tetapi menggunakan kain pel yang sama untuk ngepel wc dan musholah tersebut …….masalahya sih sepele kencing, tetapi bisa berakibat fatal…..Sesungguhya Alloh tidak menerima sholatnya orang yang tidak bersuci/suci (wudlu/terkena najis)….Hadits.

  6. Di Masjid Blok M Square juga urinoirnya sudah seperti itu, Pak.

    Urinoir yang ada pancuran untuk mencuci alat pipisnya itu malah banyak yang menyebutnya sebagai urinoir muslim.

  7. Saya setuju dengan Mas Jarakada, bahwa : “Tidak ada jaminan kebersihan dan aspek kesehatan sehingga urinoir terkontaminasi berbagai kotoran dan bibit penyakit.”
    Saya lebih menyarankan sebelum pipis kita cari tisu yg dibasahi dengan air terlebih dahulu, pipis dan setelah selesai bersihkan pakai tisu tsb.

  8. Kalau saya, seandainya tidak kebelet banget, saya lebih memilih buang air di WC kamar mandi daripada di urinoir, walaupun terpaksa harus antri.

    Alasannya selain utk menghindari cipratan pipis kalau buang air di urinoir, juga masalah ‘aurat’ pak. Saya merasa krg nyaman saja, buang air di tempat ‘terbuka’ seperti itu.

  9. sori mayori pak….itu tetap saje masih buang air kecil berdiri…saye kira yang jongkok…lebih kreatip nyok…
    saye sih sudah banyak ide mengenai ini,,,cuman ide doang..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s