Prioritas

Kalau sudah kerjaan menumpuk-numpuk begini maka kita harus bisa membuat prioritas. Nah, memang skill membuat prioritas harus terus diasah.

Ada hal-hal yang urgent (harus dikerjakan saat ini) dan ada hal yang penting (tapi bisa jadi tidak urgent). Biasanya kerjaan disela (interrupted) oleh yang urgent. Nah, repotnya kalau disela-sela terus. Terus saja berdatangan kegiatan yang (katanya) urgent. NMI, non-maskable interrupt. Akibatnya kerjaan lain yang juga penting jadi terbengkalai.

Sekarang ini saya sedang menyoritir urutan prioritas di kepala. (Ada beberapa kerjaan yang membutuhkan saya menulis. Mana yang harus duluan saya tulis 🙂   Masalahnya, nulis itu butuh mikir. Jadi tidak mudah. he he he.)

13 pemikiran pada “Prioritas

  1. mungkin kalo yang ngasih kerjaan itu para bos, bisa dipilih kerjaan bos yang paling baik dulu yang diselesaikan, bos galak terakhir aja…. hehe… *saranpegawaimanja*

  2. ya ini keterampilan yg gampang2 susah…milih yg kerjaan yg satu ntar kerjaan yg lain jd iri minta diprioritaskan juga…:)

  3. seperti yang sudah saya ungkapkan terdahulu, pak budi memang butuh asisten, sekretaris, staff, atau manajer. atau malah udah punya ya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s