Kerjaan Voluntir

Dahulu saya beranggapan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang saling gotong royong. Kemudian saya tinggal di luar negeri dan ini membuka mata saya bahwa bangsa lainpun memiliki semangat gotong royong. Bahkan di banyak tempat sifat gotong royongnya ini malah lebih baik daripada di Indonesia.

Ada banyak pekerjaan voluntir yang dilakukan banyak orang di luar sana. Di Indonesia jarang saya menemukan orang yang mau kerja voluntir. Entah mungkin karena di Indonesia orang-orang masih harus memikirkan masalah kehidupan hari-hari, di luar negeri mungkin orang sudah sedikit terjamin kehidupannya sehingga bisa ikut voluntir. Setelah diamati lagi, ternyata sebetulnya di luar negeri sama saja. Di sana juga banyak orang miskin, yang bingung untuk makan besok apa. Namun banyak orang ini yang masih mau melakukan kerja voluntir.

Di Indonesia?

7 pemikiran pada “Kerjaan Voluntir

  1. Banyak juga kok disini, pak. Pertama kali ikut voluntir pas pengumpulan “koin untuk prita”. Voluntirnya banyak.

    Mungkin ga banyak yg tahu tentang kegiatan yg butuh voluntir, makanya jadi terasa sedikit voluntirnya. Kurang promo atau liputan media. Kalo kasus prita kan heboh media yg meliput.

  2. Perfect subject for me today 🙂
    Saya baru saja volunteer di Salvation Army untuk memasak makanan di kitchen of Salvation Army buat “homeless people” hari Sabtu yg lalu. Waktu saya tinggal di Indonesia, saya belum pernah volunteer karena tidak ada organisasi yg tersedia. Saya dan keluarga di Indonesia selalu memberikan sedekah kepada “unfortunate people” tapi tidak pernah bergabung dengan organisasi untuk menolong orang miskin tersebut. Saya juga volunteer pada organisasi yg menolong wanita, seperti Planned Parenthood and Womens Shelter (untuk wanita korban dari domestic violence).

    BTW, di dunia barat, volunteer bukan saja untuk sesama manusia, tapi juga diberikan untuk binatang. Selama beberapa tahun ini, saya juga volunteer and donate funds ke Humane Society, organisasi yg khusus untuk menolong binatang2.

    Salvation Army, Humane Society, Planned Parenthood, etc. are non-profit and non-commercial organization. Semua volunteer untuk mereka adalah “stay anonymous” dan tidak mendapat ‘glorify acknowledgment’ dari masyarakat. Tidak ada media meliput atau berita si koran.

    We do it because we care of others, including animals.
    We should do the same in Indonesia. Who will volunteer?

  3. Salah satunya adalah karena masih memikirkan masalah kehidupan hari-hari, kerja voluntir masih sering kami kerjakan dalam kegiatan yang namanya kerja bakti atau ada yang mengistilahkan dengan kurvei, walaupun dengan skala kecil Pak.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s