Makalah di Jurnal Syarat Kelulusan S1?

Baru saja saya mendengar berita (via email) bahwa katanya makalah di jurnal merupakan syarat kelulusan S1. Wah. (Link terkait ada di sini.) Bagaimana menurut Anda?

Menurut saya sih ini terlalu berat. Bagi S2 dan S3, ini tidak terlalu masalah. Bagi S1, hal ini terlalu memberatkan karena untuk terpublikasi di jurnal, kadang harus melalui proses review yang cukup lama. Kalau mau beneran terbitnya di jurnal, bisa-bisa S1 tidak lulus tepat waktu.

Atau maksudnya boleh terbit di jurnal-jurnalan? Begitu?

Iklan

33 pemikiran pada “Makalah di Jurnal Syarat Kelulusan S1?

  1. kalau begitu, saya sudah tidak lulus s1 dulu.
    dulu, syaratnya hanya kumpul makalah skripsi dalam bentuk floppy di jurusan, lulus dah.

  2. Baca surat edarannya kok geli saya. Lho… yang tanda tangan pak mantan rektor? ;))

    Mungkin ini soal kualitas vs kuantitas Pak. Buat S1 seenggaknya kuantitas dulu. Tapi jangan2 nanti malah banyak jurnal2an seperti kata Bapak, setiap PT bahkan setiap fakultas/departemen bikin jurnal hanya untuk menampung makalah mahasiswanya yg mau lulus. Saya sih sayang kertasnya aja ๐Ÿ˜€

  3. sangat benar, setiap prodi akan muncul jurnal-jurnalan… untuk memenuhi syarat akdreditasi prodi. dan juga sangat dianjurkan oleh dosen, karena menambah KUM untuk kenaikan pangkat…..(nama dosen sebagai penulis ke 2)

  4. Menurut saya sebaiknya untuk S2 – S3 saja.
    Jangan sampai sudah terbit di jurnal, tetapi pekerjaannya malah yang gk ada hubungannya dengan pekerjaan.
    Kan jadi malu sama jurnal.

  5. Wah. keren bener kalau syarat kelulusan S1 salah satunya melalui tulisan yang dimuat di Jurnal. Tapi kalau dipikir-pikir ada manfaatnya juga. Jadi, mahasiswa Indonesia jadi makin kreatif dan tidak hanya copy paste dari tulisan yang pernah ada aja. hehhe. Jangan marah ya kalau saya post kek gini.

  6. Latar belakang kebijakannya lucu banget, *Eng**k intelek.. * ๐Ÿ˜€

    Tapi bagus sekali sbtlnya kebijakan ini…biar ga ada sarjana2an atau magister2an atau doktor2an.. ๐Ÿ˜€

  7. Untuk memperbanyak publikasi ilmiah, kualitas risetnya yg harus diperbaiki.

    Untuk melatih mahasiswa biar terbiasa menulis, setiap kuliah harusnya ada tugas paper atau case study yg menentukan nilai. Jadi ketika akhirnya melakukan riset yg kualitasnya layak publish, udah gak gagap nulisnya. Prosesnya lebih panjang dan mungkin memberatkan dosen+mahasiswa ketimbang menerbitkan surat edaran ๐Ÿ˜€

  8. Sependek pengetahuan saya, di Tugas Akhir S1 itu ada Riset dan ada juga Project. Kalau Project, apa layak masuk jurnal? Mungkin karena di Indonesia, semua tugas akhir harus ada makalahnya, sehingga makalah dianggap jurnal.

  9. Bikin organisasi jadi-jadian.
    Organisasi ini tiap bulan menerbitkan jurnal-jurnalan.
    Lalu kalau ada (calon) penulis yang mau menulis paper di jurnal ini, tariklah sekian rupiah.

    Mahasiswa S1 kan ada ratusan ribu. Ini pasar menarik buat bikin organisasi ilmiah jadi-jadian.

  10. aslinya saya lebih setuju kalo syarat kelulusan S1 itu berupa review paper, jurnal sebanyak apapun kalo tidak dibaca ya percuma, orang buat makalah itu setidaknya harus pernah baca makalah, kalo baca makalah aja jarang apalagi nulis, baca yang bagus aja jarang apalagi buat yang bagus. rasanya kebijakan yang salah analisa

  11. Menurut saya,lumayan berat tuch,, jurnal harus yang terakreditasi dan info dosen saya (saya sedang kuliah S2) antriannya bisa sampe ribuan sementara jumlah jurnal terakreditasi di Indonesia ngga lebih dari 10 jurnal… busyeettt….
    di sisi lain,, ini membuat peluang terjadinya KKN sogok menyogok reviewer atau instansi penerbit jurnal tsb…
    waspadai dunia pendidikan,,, jangan tercemar…
    Bapak2 KPK, ada tugas berat baru tuchhh…

    Salam..
    Pudi

  12. Sementara itu jumlah lulusan S1 dalam satu tahun ada berapa? ratusan ribu. Jadi bagaimana memeriksa ratusan ribu makalah dalam satu satuan waktu dan dengan jumlah jurnal yang terbatas?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s