Mengurutkan Daftar Pustaka

Penulisan daftar pustaka dalam karya ilmiah tidak dapat dilakukan secara sembarangan. Ada standar atau aturan yang harus diikuti. Banyak mahasiswa yang tidak tahu (dan tidak mau tahu) tentang cara penulisan daftar pustaka ini. Kali ini kita bahas tentang urutan daftar pustaka.

Pengurutan daftar pustaka dapat dilakukan berdasarkan:

  1. urutan kemunculannya;
  2. nama keluarga (family name) dari pengarangnya.

Masih banyak yang mengurutkan daftar pustaka seenaknya karena ketika membuat tulisan tersebut daftar pustakanya berkembang. Jadi urutannya berubah terus. Akhirnya penulis tidak mengurutkan. Ini salah besar. Ada juga yang mengurutkan berdasarkan nama pertama dari penulisnya. Ini jarang saya temukan, tetapi ini tidak lazim.

Sekarang Anda sudah tahu tentang hal ini, maka tidak ada maaf lagi kalau Anda salah mengurutkan daftar pustaka. 😀

Iklan

10 pemikiran pada “Mengurutkan Daftar Pustaka

  1. saya kira ini tergantung “style” yang mau dipakai.
    ada banyak “style” tersedia dan tentu saja semua “style” tersebut ada di LaTeX 🙂

  2. hmm kalo saya biasanya sesuai dengan nama pengarangnya pak, alpahbed gitu, jika sama maka saya akan ambil buku paling tua. 🙂

    benar salah pak ??

    #ababil punya ilmu dikit .. kkwkwkwkwkkw

  3. Sebetulnya di LaTeX, juga ada yg urutan sesuai abjad nama keluarga/belakang pengarang.
    Pengurutan seperti ini dipakai di Belanda jaman dahulu dan di beberapa karya ilmiah Indonesia, terutama ilmu sosial.

    Jaman sekarang, lebih mudah kalau menggunakan urutan kemunculan. Lebih “straight-to-the-point”.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s