Tidak Tahukah Kau (15)

Mendiskusikan proposal terlihat seperti mudah, tetapi pada kenyataannya tidak. Hampir dua jam Jek dan Sar berkutat dengan proposal mereka. Perut mulai terasa lapar. Ada sandwich di atas meja. Secara otomatis Jek meraih sandwich itu.

Sambil terus menerangkan proposal, Jek membuka plastik pembungkus sandwich. Dia tidak menyadari adanya sepasang mata yang mendelik. Jek lupa bahwa sandwich ini pemberian Mira yang dititipkan Joko. Kalaupun teringat, Jek tidak merasakan adanya keanehan. Sandwich merupakan solusi masalah lapar, bukan?

Jek: mau? (sambil menawarkan sandwich ke Sar)
Sar menggelengkan kepalanya. Masih tidak percaya apa yang dilakukan Jek, dalam hati Sar berkata, lebih baik aku mati daripada makan sandwich itu.

Jek: enak juga ini sandwich.

That’s it! Sar berdiri. Mengambil tasnya. Bergegas meninggalkan Jek yang kebingungan memikirkan kesalahan apa yang dia perbuat.

Sar menuju tempat parkir mobil kemudian masuk ke mobil. Mobil tidak segera dinyalakan. Sar menghela nafas sambil menyeka matanya. Salahkah Jek? Semestinya tidak, tetapi tidak tahukah kau …

[Seri tidak tahukah kau: 18, 171615141312, 1110987654321]

About Budi Rahardjo

Teknologi informasi, security, musik, buku Lihat semua pos milik Budi Rahardjo

11 responses to “Tidak Tahukah Kau (15)

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 2.428 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: