Nama Domain Kurang Relevan Lagi

Sekarang sedang ramai-ramainya diskusi tentang ICANN yang membuka top-level domain. Google kemudian mengajukan lebih dari 100 nama domain (top level domain).

Menurut saya, nama domain yang cantik tidak sepenting jaman dahulu. Pasalnya orang mengunjungi situs tidak dengan mengingat-ingat nama domain tetapi dengan menggunakan search engine. Jadi sebetulnya nama domain kita apa saja, selama dapat ditemukan oleh search engine, akan oke saja. Tentu saja nama yang ngaco atau susah njlimet tidak baik, tetapi selain dari itu sih tidak perlu khawatir.

Ini sebenarnya sama dengan nama jalan di dalam kehidupan nyata kita. Selama pak pos dapat mengantarkan surat dan paket ke alamat kita dengan cepat dan yang lebih penting, tidak nyasar, kita senang.

Banyak-banyakan nama jalan juga sudah tidak penting lagi. Jadi jumlah domain di sebuah TLD juga tidak terlalu penting lagi.

Banyaknya top level domain yang baru ini bikin susah! Bagi perusahaan, semakin banyak top level domain, semakin bikin susah! Alasannya adalah perusahaan harus mendaftarkan nama perusahaan dan merek terkenal kita di semua domain tersebut. Sebagai contoh, Google / Apple / IBM / … terpaksa mengambil nama-nama itu di domain yang baru. Bagi mereka sih tidak masalah. Bagi pengusaha kecil (UKM), mosok kita harus mendaftarkan nama perusahaan (web) kita ke semua top level domain yang baru itu? Wah ekonomi berbiaya tinggi nih namanya.

Iklan

14 pemikiran pada “Nama Domain Kurang Relevan Lagi

  1. Kemarin saya sempat di-email oleh perusahaan hosting china, karena ada yang mau daftarin domain saya dalam berbagai domain di china. Dan saya bilang sih “terserah”, karena saya nggak mau mesti bayar untuk book semua domain lain.

  2. Menurut saya yang paling pas adalah .inc untuk korporasi karena .com sudah sangat merajalela dan cenderung bisa dimiliki siapapun.

  3. Branding pak, branding 🙂 sudah nggak pakai akal sekarang. Kalau ada uang 5 M, mau domain apa juga bisa, misal: .bdg, .jkt, .sby, atau .itb 😀

  4. kalau suruh beli semua domain yg terkait sama perusahaan dan tujuannya buat ngamanin domain supaya endak dibeli orang itu mah namanya pemborosan…

  5. Mungkin penjualan domain yang ada saat ini, pasarnya sudah mulai jenuh Pak. Perlu ada kreatifitas dan terobosan baru dari si Organisasi ini, supaya lebih meriah 🙂

  6. saya setuju dengan analogi jalan dari pak budi. jadi ingat temen saya yang pindah dari kawasan taman hewan ke daerah cisitu. alasannya sederhana: alamat kost yg dahulu, sulit untuk ditemui pak pos :d

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s