Kultum – Kuliah Tujuh Menit

Ramadhan sudah tiba. Saya jadi teringat pengalaman waktu masih menjadi siswa. Kami diwajibkan untuk mencatat ceramah ketika tarawih dan kuliah subuh. Ceramah yang saya ikuti memiliki durasi tujuh menit, sehingga namanya menjadi kultum; kuliah tujuh menit.

Setiap ceramah harus saya catat isinya dan nama penceramahnya. Bahkan di beberapa masjid, dibagikan juga stiker tanda hadir sebagai pengganti tanda tangan penceramah. Seru juga kenangan lama. Apakah sekarang masih berlangsung?

Iklan

6 pemikiran pada “Kultum – Kuliah Tujuh Menit

  1. Sebelumnya saya mengucapkan SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA buat jennegan dan keluarga.

    Wah..membaca postingan kali ini, mengembalikan kenangan masa kecil lagi. Semoga yang beitu menjadi cara mendidik anak-anak menjadi lebih rajin beribadah , walaupun ada niat minta tanda tangan saja.

  2. uniknya, di masjid saya, sekarang pengisi kultum adalah anak anak sekolah, sma ke atas, bukan ustadz2nya seperti jaman dulu. mungkin maksudnya untuk regenerasi yah 🙂

  3. Di masjid Bintaro, saya lihat beberapa anak kecil membawa alat tulis. Kelihatannya masih berlangsung kegiatan yang bapak ceritakan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s