Tag

,

Jek memarkir kendaraannya di depan garasi rumah Sar. Jek sedang mengobok-obok ranselnya untuk memastikan bawaannya aa di sana ketika Sar membukakan pintu depan rumahnya. Mengenakan sweater tebal, mata Sar terlihat sembab.

Jek: Waaa. Serius lu sakitnya ya?
Sar: Bawel! Cepetan masuk. Angin nih.

Dalam hati Sar ingin berkata bahwa kalau tidak sakit mana mungkin dia melewatkan bekarja sama dengan Jek. Mana suka dia melihat Jek gelundungan ke sana kemari sampai ada yang menawarkan kopi segala. Mata sembab? Entah karena sakitnya atau karena sisa menangis kesal.

Ruang tamu tidak terlalu nyaman untuk kerja bersama. Sar mengajak Jek untuk kerja di meja makan saja. Jek mulai mengeluarkan notebooknya, kertas-kertas coretannya, dan terakhir sebotol Lemon Water. Disodorkannya botol Lemon Water itu ke depan Sar.

Sar tertegun. Bagaimana Jek tahu Sar sedang menginginkan minuman ini? Jek tersenyum, seolah berkata. I just know, because you’re my best friend.

[di belakang terdengar sayup-sayup lagu dari Avril Lavigne – I will be]

[Seri tidak tahukah kau: 18, 171615141312, 1110987654321]