Tanda Penunjuk Jalan dan Landmark

Saya sering geram melihat tanda penunjuk jalan di Bandung ini. Petunjuknya tidak informatif dan terkesan asal-asalan. Seharusnya penunjuk jalan ini membantu pengguna jalan – yang banyak di antaranya adalah wisatawan dari kota lain.

Isi dari penunjuk jalan seharusnya menggunakan ciri-ciri tempat yang sangat khas, landmark. Eh, yang ada sekarang adalah penunjuk jalan ini digunakan untuk iklan. Arah yang ditunjukkan bukan sebuah tempat atau daerah, tetapi malah nama toko. Aneh. Mending kalau tokonya sudah ada dari sejak jaman dahulu – yang mungkin bisa kita debat sebagai sebuah landmark – yang terjadi adalah nama toko yang baru muncul. Tanda petunjuk jalan ini dijadikan alat untuk promosi. Wah sudah tidak betul nih.

Terbayang oleh saya apabila toko (iklan) tersebut sudah tidak berlaku lagi, maka tanda penunjuk jalan tersebut harus diperbaiki. Berapa biaya yang harus dikeluarkan? Belum lagi tanda yang baru mungkin membingungkan orang lagi. Wah.

Mungkin masalah ini tidak terjadi di kota Bandung saja ya? Dahulu pernah saya lihat petunjuk jalan tol yang menuju Bandung diberi nama “Purbaleunyi”. Mengapa tidak “Bandung” saja? Banyak orang yang tidak tahu “Purbaleunyi” sehingga akhirnya kelewat tuh arah ke Bandung.

Nampaknya orang-orang yang diberi tugas untuk memberi ijin dan membuat tanda petunjuk jalan harus disekolahkan dulu ya?🙂

About Budi Rahardjo

Teknologi informasi, security, musik, buku Lihat semua pos milik Budi Rahardjo

7 responses to “Tanda Penunjuk Jalan dan Landmark

  • Dwi Ananto Widjojo

    Setuju mas Boing. Yang sering saya temukan adalah putusnya informasi. Contoh: klo mau ke kampus IPB Dramaga lewat jagorawi, keluarnya adalah pintu “Sentul Selatan”.

    Nah di dua pintu keluar tol sebelumnya sangat jelas ditulis “Sentul Selatan” terus (tanda panah lurus). Tapi pas benar-benar mau keluar pintu tol Sentul Selatan, tulisan “Sentul Selatan” itu malah gak ada. Jadi dari mana kita tahu bahwa pintu keluar itu adalah “Sentul Selatan”? Wal hasil kita jadi kebablasan ke arah terminal Bogor.

    Banyak sekali kasus seperti itu yang sy temukun di sepanjang jalur Jakarta-Semarang-Solo-Madiun-Kediri-Surabya.

  • hotelpadi.com

    Hampir semua kota di indonesia memiliki masalah yang sama dengan petunjuk jalan, Kecuali bali, saya kagum sekaligus salut dengan petunjuk jalan di bali, karena memang bisa diandalkan. Saya sewa mobil dengan hanya mengandalkan peta dari hotel dan petunjuk jalan, saya bisa travelling dari nusa dua hotel saya ke bagian utara bali (utk melihat dolphin)

    Salam,

    Hotelpadi.com (sources of hotel deals)

  • fahrizi

    benerr banget Om… petunjuk jalan nya aneh bangettttt… gajelas. engga kaya di kota lain… jadi bingung deh ..

  • Dhidhit

    Saya orang Jogja yang baru 1 kali ke Bandung tahun 1994 dan 1kali lewat tol Bandung 2012 jadi belum tahu Purbaleunyi

  • Erry

    Setuju…..terutama di jalan Tol….klo dulu ada Arah Pondok Indah, Bintaro, Serpong dll…..eh sekarang diganti sama jasa marga……Tol Lingkar Luar…..dan setelah kita bayar tol….itu petunjuk menuju kawasan/kota baru ada….kan membingungkan…..

  • Pipit Fitriah

    Sepertinya membingungkan sekali, saya bersyukur karna setiap ke Bandung ada saudara saya.

  • widodo sukardi

    bener deh ,saya orang jatim nyetir di bandung bingung n macet apalagi
    gps ketnggalan di jakarta ,habis deh waktu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: