Beda Kultur

Hari ini saya menjadi guess lecture di SBM. Saya bercerita berbagai hal, mulai dari entrepreneurship, creativity, innovation, digital entertainment, dan seterusnya. Ternyata di kelas ini ada mahasiswa asingnya, maka saya diminta untuk mengajar dalam bahasa Inggris. No problem. So I swicthed my mind set (and character) as a Westerner and the problem began.

Problem yang saya hadapi adalah problem perbedaan kultur. Mahasiswa Indonesia di kelas tersebut paham bahasa Inggris dan mereka tidak ada masalah dalam menangkap apa yang saya utarakan. Hanya memang ada masalah dalam penangkapan hal-hal yang tersirat. Sebagai contoh, joke tidak jalan. (Silahkan coba terjemahkan joke ke dalam bahasa lain, pasti gak nyambung.) Sementara itu joke yang dalam bahasa Inggris sering kali juga harus dipahami dalam konteks kulturnya. Sebagai contoh, saya putarkan video Sir Ken Robinson tentang pendidikan dan kreativitas. Dia sangat lucu. Most of them didn’t get the jokes. Oh okay, so I learned.

Yang membuat saya cukup kaget juga adalah mahasiswa asingnya juga nampaknya tidak terlalu mengerti jokenya pak Robinson ini. Hmm … Or maybe I have a weird kind sense of humor. But, Sir Ken Robinson is hilarious. Nampaknya terjadi masalah kultur juga di sini. Mungkin? Come to think of it, maybe English is not their mother tongue!

About Budi Rahardjo

Teknologi informasi, security, musik, buku Lihat semua pos milik Budi Rahardjo

12 responses to “Beda Kultur

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: