Jaman Dahulu …

Sering kita mendengar cerita-cerita dari orang tua tentang jaman dahulu. Lantas kita dengar cerita yang berbau kepahlawanan. Cerita bagaimana mereka harus berjalan beberapa kilometer hanya untuk sekedar pergi ke sekolah. Bukan hanya jarak jauh saja yang harus mereka hadapi. Dalam perjalanan ke sekolah itu mereka mungkin harus berenang menyeberangi sungai dan bahkan berkelahi dengan harimau. He he he. Terlalu dibesar-besarkan? Mungkin. Tapi, siapa tahu bahwa memang itu terjadi?

Kita tidak terlalu menyukai cerita dari orang-orang tua itu. Kita beranggapan bahwa generasi terdahulu terlalu membesar-besarkan kondisi yang harus mereka hadapi. Setidaknya itu yang saya alami, sampai … saya harus menceritakan kondisi yang saya alami kepada generasi yang lebih muda. Sekarang saya yang merasa tua dan dianggap membual.

Sekarang saya mulai dapat mengerti apa yang dialami oleh generasi dahulu ketika menghadapi kami-kami ketika kami masih mudah. Saya melihat memang ada perbedaan nilai antar generasi. Penurunan values, yang mungkin disebabkan oleh kemudahan-kemudahan yang dialami generasi sekarang. Mungkin memang seharusnya generasi terdahulu harus mengalami kehidupan yang lebih susah. Jadi ini memang hal yang natural. Maka saya tidak ingin terlalu membesar-besarkan apa yang telah kami lalui dahulu. Biarlah itu menjadi dongeng, yang boleh dipercaya boleh tidak.

Ijinkanlah saya untuk bercerita.

“Ketika saya muda dahulu …”

About Budi Rahardjo

Teknologi informasi, security, musik, buku Lihat semua pos milik Budi Rahardjo

8 responses to “Jaman Dahulu …

  • chandraputri

    jadi ingat buku “ayahku (bukan) pembohong”-nya tere liye
    dan pada akhir cerita ternyata terbukti semua yang terlihat dibesar-besarkan orang tua ternyata bukan bualan
    penasaran.

  • hotelpadi.com

    Iya, tp memang generasi dahulu menempuh hidup yang jauh lebih susah dari kita sekarang ini. Dulu orang tua saya harus mulai bekerja pada saat usia 11 tahun, menjual es lilin.. Sedangkan pada saat sesuai itu, main basket bareng teman2x..🙂

    Salam,

    Hotelpadi.com (rajanya kamar hotel murah)

  • iscab.saptocondro

    Ketika saya muda dulu…
    …internet belum ada
    …bahkan telpon pun tidak punya
    …makanya aku bercinta di udara
    Papa Alfa Charlie Alfa Romeo…

  • Dedi Sutisna

    penderitaan dan kesusahan hidup menjadi motivasi berperilaku saling membantu, menciptakan nilai sosial yang tinggi dan mempengaruhi norma perilaku ketimuran. saat itu , tapi kini…………….hidup seperti individu-individu yg jauh dari kesatupaduan……., andai saja waktu dulu bisa kembali……andai saja……haha….

  • juragan

    masih sulit membayangkan apa kira-kira yang akan diceritakan oleh generasi di bawah kita kepada anak cucu mereka…

    “ketika saya masih muda dulu… saya masih harus menggunakan atm kalo mau transfer uang, kalo beruntung bisa pake sms atau internet. Kalo mau belanja, susahnya minta ampun karena harus online dulu, belum lagi harus masukkan nomor rekening, login, dan lain-lain….”

  • dhani

    Hidup di jaman sekarang memang lebih mudah dari jaman bapak-ibu atau kakek-nenek kita. Tapi tantangannya juga lebih besar. Untuk bisa bekerka, kakek-nenek kita cukup bermodal ijazah SD/SMP untuk bekerja dan memperoleh penghasilan yg layak. Tidak perlu ada pengeluaran tambahan untuk langganan internet, TV kabel, pulsa HP, atau hal2 lain yg sudah jadi standar hidup keluarga jaman sekarang. Jadi impas saja pak. Dulu hidup susah tapi tantangan dan kebutuhan hidup sedikit. Sekarang hidup lebih “gampang”, tapi penuh dengan tuntutan.

  • baju muslimah bandung

    Itulah hidup penuh dengan dinamika kehidupan yang selalu dan mau nga mau kita harus mengikutinya, apalagi dengan perkembangan teknologi yang begitu cepat, dulu komunikasi hanya pake interkom

  • Dhidhit

    Saya menyukai cerita jaman dahulu, dan saya percaya bahwa jaman dahulu tak seenak jaman sekarang, menurutku bukan dibesarkan tapi ya memang seperti itulah keadaan jaman dahulu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: