Tag

,

Setiap kali ada pemilihan pimpinan – mau presiden, gubernur, rektor, himpunan mahasiswa, atau sekedar organisasi kecil – kita selalu kebingungan mencari calon yang cocok. Mengapa sulit sekali mencari pemimpin ya?

Calon-calon yang ada terlihat semu. Mereka tidak hadir untuk memimpin, tetapi menancapkan diri untuk kepentingan diri atau kelompoknya. Mereka tidak memiliki karakter sebagai pemimpin. (Yaitu apa ya? Salah satunya adalah berani mengambil sikap atau keputusan. Bukan sekedar membuat semua orang senang sehingga tidak ada sikap.) Kita tidak mencari seorang yang sempurna. This would be a futile effort. Kita hanya membutuhkan seorang yang dapat memimpin kita sesuai dengan misi organisasi yang akan dipimpinnya. Lead us.

Saya yakin bukannya tidak ada orang yang memiliki kualitas sebagai pemimpin. Hanya saja mereka tidak mau muncul ke depan untuk satu dan lain hal. Mereka mungkin memilih untuk lebih baik hidup di lingkungan kecilnya saja. Menjadi pemimpin untuk organisasi yang lebih kecil. Ini tentu saja tidak salah. Hanya saja, umat manusia yang lebih besar membutuhkan Anda. Alasan lain mungkin mereka tidak (belum) merasa sanggup untuk mengorbankan kepentingan pribadi (diri, keluarga, kelompok) untuk kepentingan yang lebih besar. Sah juga. Yang ini saya tidak punya argumentasi kecuali membujuk.

Kesulitan mencari pemimpin ini sebetulnya bukan monopoli bangsa kita saja, tetapi masalah semua bangsa di dunia. Hanya saja kadang saya iri melihat bangsa lain (akhirnya) menemukan pimpinan mereka yang rasa cukup oke. Sementara kita? Dapatnya masih “pemimpin” yang merupakan hasil kompromi semata – agar tidak ribut berantem. Sekedar itu saja. Kita kemudian berjalan sendiri-sendiri tanpa ada pemimpin. Auto pilot katanya. Wah. Ini lebih maju daripada negara maju.

Pencarian pemimpin masih terus berlangsung…