Solusi Dengan Karakter Lokal

Salah satu permasalahan yang kita hadapi adalah transportasi. Di Bandung mulai terjadi banyak kemacetan seperti di Jakarta. Bagaimana solusinya?

Salah satu solusi yang ditawarkan adalah penggunakan kendaraan umum (public transportation). Ini sebetulnya dapat dilakukan secara teori tetapi entah kenapa banyak sekali halangannya. Saya bukan ahli transportasi sehingga saya tidak ingin membahas ini secara detail. Yang ingin saya bahas adalah banyak orang yang melihat negara lain untuk mencari solusinya. Ini tentu saja tidak salah. Selama ada solusi, kemana saja mau belajar tidak masalah.

Satu hal yang sering dilupakan adalah solusi yang menerapkan karakter, kebudayaan, atau kebiasaan setempat. Sebagai contoh adalah ojek. Fenomena ojek tidak dikenal di Amerika, misalnya. Kalau kita mengusulkan orang Amerika agar menerapkan ojek, maka kita akan dianggap gila. Padahal di Indonesia, ojek adalah solusi yang nyata. Ini yang saya maksud dengan solusi berkarakter lokal. Jangan paksakan kita dengan solusi dari tempat lain – yang bisa jadi sangat bagus akan tetapi sulit untuk diterapkan di kita.

Masalah transportasi merupakan satu hal. Ada masalah-masalah lain yang serupa (buang sampah sembarangan, tidak mau ngantri, dan masih banyak lainnya.). Usulan saya, jangan sisihkan ide-ide aneh yang mencoba menerapkan karakter lokal.

About Budi Rahardjo

Teknologi informasi, security, musik, buku Lihat semua pos milik Budi Rahardjo

8 responses to “Solusi Dengan Karakter Lokal

  • chandraputri

    setuju sekali pak, kita memang harus betul2 memahami akar permasalahan sebelum mengritisinya..

  • mathematicse

    Masalahnya, orang Indonesia itu adalah orang yang menganggap sesuatu yang dari luar negeri itu hebat, keren. Padahal belum tentu. Seringkali yang dari lokal itu yang terbaik buat orang Indonesia.😀

  • I Love Indonesia

    Betulll saya setuju 100%
    karakter lokal wajib dipertimbangkan
    apa yang doberlakukan di sono hanya cocok sebagai contoh tapi gak wajib di contoh.
    susahnya para generasi muda sudah terjangkit budaya kebarat baratan yg meninggalkan karakter timur yg positif

  • TUKANG CoLoNG

    setuju banget pak budi. kita terlalu fokus dan sibuk melihat rumput tetangga hehe😀

  • ikhwanalim

    bicara ojek en angkot versus transportasi massal, agak kontradiktif untuk urusan pengembangan lapangan pekerjaan. saya sangat suka dengan transportasi massal. terutama sejenis bus tranjakarta. hehehe. tapi ya kenyataan angkot dan ojek berkata lain, keduanya mendatangkan lapangan pekerjaan yang tidak sedikit jumlahnya.

  • otak kiri

    Yup, pendekatan kebijakan tidak membasis,maka segala kebijakan tidak sesuai kebutuhan masyarakat, dan yang terjadi semua fasilitas umum tidak terawat, yah masyarakat asing dengan fasilitas tersebut, kereta api saya pikir cocok sebagai transportasi massal untuk mengurai kemacetan, sayang manajemen KAI tidak bagus, sebagai pemain tunggal KAI senantiasa ngaku rugi – haha,g ada saingan ko rugi ya Pak? tapi begitulah, banyak-banyak bangun jalan raya,dampaknya hanya sediakan honda,suzuki dll merajai jalanan dan mereka makin diuntungkan…kita yang lokal hanya menerima kemacetannya…

  • baju muslimah bandung

    Memang harus sesui penempatannya pak, bisa bisa memaksakan kehendak bukan solusi yang di dapat, malah tambah masalah baru..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: