Tag

, ,

Pagi ini saya mencoba membaca tumpukan buku dan majalah yang sudah menanti giliran untuk dibaca. Kali ini saya mulai dengan beberapa majalah IEEE. Dimulai dari majalah IEEE Spectrum dahulu.

Untuk pembaca yang non-Elektro, IEEE ini merupakan asosiasi dari orang-orang Elektro di seluruh dunia. Saya menjadi anggota ini ketika masih menjadi mahasiswa. Sekarang masih menjadi anggota, meskipun masih meminta diskon karena berpenghasilan rendah. Hey, standar gaji dosen ITB BHMN tidak dapat dibandingkan dengan dosen di luar negeri tentunya🙂 Which reminds me, I have to renew my IEEE membership.

Membaca majalah IEEE ini membangkitkan lagi semangat kenapa saya menyukai bidang engineering. Bangga menjadi engineer. (Wah, nanti bangga dianggap sama dengan arogan ya? he he he) Masih teringat grafiti di kampus dulu; Engineers Rule! (I’d say, some proudness are necessary.)

Kali ini yang menarik adalah cerita tentang Steve Furber, seorang profesor dari University of Manchester. Sebelumnya dia adalah peneliti di bidang aerodynamics di Univ. of Cambridge. Kemudian dia ditarik perusahaan Acorn Computers (ini di Inggris) untuk mengembangkan prosesor ARM. Lo and behold, prosesor ARM ini merajai dunia. Nyaris semua handphone menggunakan prosesor ARM ini. Intel? Mampus.

(Ada diskusi tambahan; ARM memang merajai dunia handphone / embedded system, tetapi di dunia server Intel masih rajanya. Nah sekarang ARM mau masuk ke dunia server dan Intel juga masih tetap berusaha masuk ke dunia gadget meskipun sudah pernah gagal. Kita lihat nanti hasilnya.)

Yang membuat saya mesem-mesem adalah saya sempat ketemu dengan profesor ini karena dulu dia adalah salah satu pakar di bidang penelitian saya, asynchronous systems. Groupnya menciptakan Asynchronous ARM processor. Seru juga. Mengembalikan kenangan lama.

Betapa menyenangkannya menjadi engineer. Menciptakan hal-hal untuk membuat kehidupan manusia menjadi lebih baik. To me the world a better place to live.