Produk Ikut-Ikutan

Belakangan ini saya melihat ada banyak anak-anak muda yang mengembangkan berbagai program aplikasi. Sayangnya saya melihat ada banyak yang produknya adalah produk ikut-ikutan. Misalnya ada yang buat jejaring sosial mirip facebook, twitter, klout, dan sejenisnya. Meskipun produk yang dibuatnya bagus, saya tidak melihat nilai tambah dari karyanya ini. Mungkin kita bisa berdalih bahwa ini hanya untuk menunjukkan bahwa orang Indonesia bisa bikin juga. Tapi hanya sebatas itu saja.

Mungkin mereka tergiur ingin sukses seperti produk yang diikutinya?

Menurut saya ada banyak sekali masalah lain yang membutuhkan pemikiran kita. Misalnya, masalah pengelolaan sampah, lalu lintas, kesehatan, pendidikan, dan masih banyak lagi. Masih ada peran teknologi informasi di sana. Memang mungkin masalah ini tidak terlalu keren untuk dibahasa, tetapi mereka lebih memiliki makna.

Di kepala saya saja sudah ada beberapa ide yang tidak dapat saya implementasikan karena saya tidak memiliki waktu yang cukup untuk melakukannya. Saya yakin orang lain pun memiliki banyak ide yang lebih kreatif. Maka, hindari membuat produk ikut-ikutan. Oke?

Iklan

16 pemikiran pada “Produk Ikut-Ikutan

  1. >>Misalnya, masalah pengelolaan sampah, lalu lintas, kesehatan, pendidikan, dan masih banyak lagi

    Sebenarnya kalau mau digali lebih, kita bisa mendapat ide-ide keren untuk mencari solusi masalah-masalah diatas. Masalahnya, sepertinya dibutuhkan “pemikiran & effort” lebih untuk merealisasikan, dan mungkin tidak se-“fun” membentuk jejaring sosial, misalnya. :mrgreen:

  2. kalau untuk yang :
    ..Memang mungkin masalah ini tidak terlalu keren untuk dibahasa, tetapi mereka lebih memiliki makna..
    kalau masalah buat sampah, lalu lintas, dsb (yg lebih butuh perhatian) memang kalau kedengarannya nggak sekeren jejaring sosial tapi bisa kok dibuat kedengarannya keren, dengan cara pendekatan “secara anak muda” misalnya lewat komik, cerita, dan karya2 khas anak muda biar anak2 muda tergerak untuk menyelesaikan masalah pelik tsb… i hope the problem solved 🙂

  3. Pak, sah2 ajah yg mau ikut-ikutan. Anggap saja itu latihan mengcloning suatu layanan yg sudah sukses. Coba lihat Rocket Internet, dia malah super ikut2 an tp banyak dapat funding jg. So buat saya masih lebih OK ikut2 an daripada do nothing sama sekali. Yg penting adalah setelah ikut2 an maka kudu punya mentor biar bisa produknya lebih tajam lagi.

  4. Bener pak saya setuju dengan pendapat anda
    cara seperti itu hanya dipakai untuk menunjukan kemampuan bukan menunjukan ide kreatif yang dipakai.

  5. Setuju banget nih,, Emang yang paling susah itu adalah menciptakan sedangkan, mengikuti merupakan hal yang paling mudah.. jadi sungguh alangkah kita kecewanya sesuatu yang kita buat dengan dasar pemikiran sendiri secara utuh diikuti orang lain dan di anggap hasil mereka yang mengikutinya.. Sedangkan yang menciptakannya sudah bersusah payah untuk bisa menghasilkan itu.. Sangat luar biasa sekali nih informasinya,,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s