Tag

, ,

Salah satu prasyarat kesuksesan eLearning adalah kesiapan dari siswanya sendiri. Berbeda dengan jaman dahulu, di mana siswa “disuapi” oleh gurunya, sekarang siswa yang harus lebih pro-aktif. Sekarang pusatnya ada pada siswanya. “Student-centric” katanya. Kalau dahulu pada gurunya.

Saya lihat ini masalah terbesar di kita. Siswa cenderung untuk pasif dan mencari cara termudah untuk lulus ujian. Cara terbaiknya adalah dengan menghafal. Cara terburuk adalah curang. Itikad untuk belajar itu hilang. Bahkan untuk sekedar bertanyapun mereka tidak mau (atau tidak mampu?). Ini dapat kita lihat pada tingkatan dari SD sampai mahasiswa. Menyeramkan.

Mungkin ini juga bukan salah mereka karena lingkungan (sistem) yang mendorong ke arah itu. Sebagai contoh, kalau mereka gagal Ujian Nasional (atau ujian-ujian lain) maka mereka tersingkirkan. Akibatnya target mereka sebagai siswa adalah lulus ujian. Di luar itu? Tidak tertarik. Ataupun kalau tertarik, ya secukupnya saja.

Kembali kepada kesiapan siswa, bagaimana cara kita untuk mendorong mereka agar dapat lebih pro-aktif? Jika mereka tidak kita siapkan dari sejak dini, maka kemajuan dunia ini (termasuk keberadaan eLearning) justru akan membuat kita menjadi semakin terpuruk. Kita harus mulai dari sejak mereka kecil. Tapi bagaimana ya?