Tidak Mau Dikritik

Pada suatu acara, penyelenggara bertanya kepada kami apa yang dapat disempurnakan dari pelaksanaan acara tersebut. Dia meminta masukan atau kritikan. Kami kemudian mengatakan beberapa masalah yang kami temui. Eh, ternyata dia dengan sigap mengatakan bahwa masalah tersebut disebabkan oleh kami. Misalnya mereka tidak tahu jumlah rombongan kami. Padahal sebelum datang kami harus sudah mengisi form dan ditandatangani. Kalau form tersebut tidak diisi maka kami tidak boleh berangkat ke sana. Semestinya mereka sudah tahu jumlah anggota rombongan kami. Ini hanya salah satu contoh.

Nampaknya orang tersebut tidak sungguh-sungguh meminta masukan. Kalau benar-benar meminta masukan, dia tidak perlu bersikap terlalu defensif seperti itu. Toh kami juga tidak menyalahkan dia. Seriously.

Kondisi ini ternyata banyak terjadi di lingkungan kita. Kemarin juga ada permintaan untuk masukan mengenai aturan / proses yang terjadi di kampus. Begitu diberi masukan, malah defensif. He he he. Padahal tidak ada niatan tendensius. Jadi malas saja memberi masukan.

Nampaknya kita memang sulit untuk menerima kritikan …

Iklan

8 pemikiran pada “Tidak Mau Dikritik

  1. Nah satu kasus saya juga pernah diminta masukkan oleh seorang teman yg sedang menulis jurnal internasional. Saya coba berikan referensi,.. *eehhhh dya yg malah berlagak lebih tau.

    Jiaahhahaa….

  2. bener juga, ketika dikritik sebagian bisa dari diri kita akan langsung membela dan mencari perlindungan dan bahkan ada yang mencari kambing hitam. seharusnya kan tidak begitu, ya dengan lapang dada untuk membuka diri terhadap kritikan itu..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s