Mengapa Menulis

Saya sering bertanya-tanya pada diri sendiri mengapa saya menulis. Apakah saya ingin menjadi penulis? Ingin juga sih. Ingin menjadi penulis novel yang keren. Tapi setelah membaca biografinya Emha Ainun Nadjib dalam bukunya “Tuhan Pun Berpuasa” saya mempunya jawaban yang lebih jelas.

“Dalam hal menulis, Cak Nun berpinsip menulis bukanlah untuk menempuh karir sebagai penulis, melainkan untuk keperluan-keperluan sosial.”

Ah. Jawaban itu cocok dengan yang saya lakukan saat ini.

Iklan

11 pemikiran pada “Mengapa Menulis

  1. Menarik sekali alasannya Cak Nun.
    Kalo tulisannya bermanfaat dan mengandung sesuatu kebaikan, dan kemudian pembacanya mengamalkan, meneruskannya ke pembaca lainnya, dst-nya… sungguh tidak terkira balasan amalannya.

  2. Adanya tulisan Bapak yang pendek-pendek sangat memotivasi saya untuk berani menulis/blogging.

    Belakangan, saya sering membaca artikel blog harus panjang-panjang.

    Terima kasih Pak atas karyanya ini

  3. Wuih, dahsyat juga statetmentnya Cak Nun. Saya penyuka buku-buknya. Beberapa ada yg bertandatangannya. Mesti ngaduk2 koleksi buku dulu nih sebelum saya posting tentang Cak Nun ini.
    Salam,

  4. saya penulis egois yang menulis untuk melepaskan emosi … ,menulis membuat saya memasuki dunia imaji, dimana saya bisa menjadi apa saja, dan membangun segala yang saya suka

  5. bisa mengetahui apa tujuan kita menulis adalah hal yang bagus agar bisa memberi semangat dan motivasi untuk terus menulis
    lanjutkan Pak dan share segala hal yang berguana untuk semua orang..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s