Kontroversi Perayaan Maulid Nabi

Mengapa kita dilarang untuk merayakan Maulid Nabi, yang notabene adalah merayakan hari lahirnya Nabi Muhammad (saw)? Sementara kita merayakan ulang tahun anak kita, orang tua kita, keluarga dekat kita? Semestinya kita konsisten, tidak perlu merayakan semua perayaan ulang tahun. Sudahkah kita konsisten?

About Budi Rahardjo

Teknologi informasi, security, musik, buku Lihat semua pos milik Budi Rahardjo

24 responses to “Kontroversi Perayaan Maulid Nabi

  • fah U

    Saya konsisten di maulid nya sajašŸ™‚

    Di bogor maulid hanya satu hari, ya tepat di hari H… Perayaannya di masjid.
    Tak ada ceramah, tak ada tetabuhan..
    Yang ada hanya pembacaan sejarah Nabi Muhammad saw, dari awal hingga akhir.

    Yang saya tunggu ya besek yang dikirim setiap rumah ke masjid. Berharap besek yang saya dapat berisi ayam.

    Saya konsisten Maulid, karena mengingatkan saya pada sejarah Nabi dan besek berisi ayam..

    Sayang sekarang sudah di Tangerang, sudah besar pula… Beda daerah beda perayaan maulidnya.

    Saya konsisten Maulid walau 90 persen saya salafišŸ™‚

    Ada keindahan budaya dalam agama, tak serta merta bid’ah kan ya mas?

  • juragan.sipil

    Saya ngga merayakan maulid karena memang di lingkungan ngga ada yg merayakan

    Kalo ada yg merayakan, selama nggak diundang, saya ngga ikutan karena memang ngga biasa merayakan ultah. Kalo saya datang sendiri nanti saya dikatain tamu tak diundangšŸ˜€

    Kalo ada yang ultah dan masih hidup dan saya diundang, paling saya kasih hadiah kecil dan doa.

    Kalo saya yang ultah (dan masih hidupšŸ˜€ ) biasanya traktir orang-orang dekat. Kalo ada rejeki, traktir orang-orang jauh.

    Kalo Rasulullah yang ulang tahun?.. Wah… kebetulan belum pernah ada yang ngajak sih…

    Kalo ada yang ngerayain ulang tahun Rasulullah? Yaa mungkin mereka memang dapat undangan, dapat anjuran, atau dapat perintah. Mudah-mudahan tidak sekedar ikut-ikutan.

  • Titik Asa

    Entah kelompok mana yg melarang perayaan Maulid Nabi ini, tapi di mesjid-mesjid di Sukabumi tetap merayakannya. Ada yg tepat pada hari H-nya, ada juga beberapa hari setelahnya.

    Aneh juga sebenarnya larangan itu. Padahal dalam acara Maulid Nabi itu kita bisa me-refresh perjuangan Nabi dan mengambil suri tauladannya.

    Salam,

  • FARID We

    Menurut saya, tak seharusnya kita merayakannya dengan terlampau sukacita. cukup dengan kajian2 sirah nabawiyyah. Saya sendiri, menyambut atau memperingati hari itu dengan membuka-buka buku tentang sirah nabawiyyah.

    Menurut saya, tidak dengan gendang2 dan alunan musik, apalagi bertabuh di dalam masjid. Jangan sampailah. Apakah kita sudah paham juga isi “nyanyian” atau salawat yg didendangkan dengan bahasa arab itu? Saya khawatir nyanyian atau salawatan dengan tabuhan musik dalam masjid bukan menambah kecintaan kita akan Rosul, melainkan kecintaan kita kepada Musik itu sendiri yang cenderung duniawi.

    mohon maaf sebelumnya,

    ada lelucon sedikit nih mengenai “muludan”,
    http://faridwajdi.com/muludan/

    Monggo, kalau mau berkunjung dan meninggalkan catatan diblog saya, salam silaturrahmi (ini baru sunnah rasul yg ada di ayat quran)

  • Donny Kurnia

    Sudah Pak, di keluarga tidak ada perayaan ulang tahun dalam bentuk apapunšŸ™‚

  • mathematicse

    Siapa yg melarang? Itu yg melarang perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW, mungkin tidak cinta kepada nabi.

  • ikhwanalim

    tidak merayakan, pak. biasanya juga tidak merayakan ulang tahun siy. cukup mendoakan yang baik-baik saja kepada yang berulang tahun.

  • hafidjunaidi

    Maaf, yg lucu lagi ada salah satu ormas islam yg berpendapat tidak perlu merayakan maulid nabi tapi merayakan milad organisasinya besar-besaran. Yah, mungkin baginya ormasnya lebih ia hormati daripada nabinya.

  • rimpung samadi

    Nah loh, jadi ramai, kang rahard yang lempat petasan, kita yang sibuk injak-injak agar sumbunya matišŸ™‚

    cinta tak perlu ungkapan
    tapi cinta butuh pengamalan

    orang yang cinta nabi bukan harus orang yang rajin muludan
    tapi orang yang cinta nabi adalah orang yang mengamalkan sunnah-nya

    “man ahya sunnati fa qod ahabbani”
    siapa yang menjalankan sunnahku, maka ia lah yang mencintaiku”

    matur nuwun

  • Muhammadtang

    Bergembira dan bersemangat mencintai Nabi Muhammad saw tdak dilarang asal sederhana model dan bentuk kegembiraan, seperti mengadakan perayaan maulid.Bukankah yang sederhana itu yang baik, alias tidak melampaui batas. Lebih tidak rasional lagi, aktif mengikuti maulid tetapi tidak salat Subuh, suka memaki dan menyalahkan orang lain. Nabi rahmatan lil ‘alamin, maka sejogyanya kita tampil menghormati dan menghargai perbedaan.

  • Heri Purnomo

    yang melarang mungkin karena isinya sering tidak sesuai dengan tema dan maksud perayaan. Alangkah baiknya jika tidak dilarang, tapi diluruskan dan diperbaiki model peringatannya.

    Saya yakin, meski tidak dicontohkan Rasul, tapi selama itu untuk kebaikan Islam dan umatnya, Rasulullah tentu akan membolehkan seandainya masih hidup,

    salam

  • lukmanq8

    Saya belajar banyak tentang keindahan akhlaq nabi Muhammad SAW ketika mendengarkan ceramah pada perayaan hari maulid. Kecintaan saya bertambah ketika guru-guru kita menyampaikan bagaimana cintainya Nabi Muhammad SAW kepada kita umatnya. Tak tanggung-tanggung hingga akhir kiamat nanti.

    Pemimpin mana yang seperti beliau? TIDAK ADA. Bersyukur kita dijadikan umat beliau oleh Alloh SWT.

    Kalau sudah begini, apakah perayaan maulid nabi bid’ah?

  • iwan tidung

    Padahal tujuannya baik, untuk mengingat Beliau, tapi selalu ada saja orang yang keliru dengan beranggapan tidak baik.

  • djadjat

    dalam masalah Ibadah semuanya haram kecuali yang diperintahkan, sebaliknya urusan dunia semuanya halal kecuali yang dilarang. Contoh Maulid itu masalah Ibadah, karena tdk diperintahkan ya hukumnya haram.

  • sainal

    maulid itu bukan ibadah.yang dikatakan ibadah itu mempunyai syarat,rukun.contohnya sholat itu IBADAH karena ada syaratx harus berwudhu ada rukunnya diawali dengan takhbiratul ihram dan diakhiri dengan salam.adapun maulid itu adalah syiar agama tanpa rukun dan syarat

  • PSKKP diklat

    maulid=milad=perayaan ulang tahun, tidak usah telalu wah, nabi jg tidak mau hal2 yang bermewah2

  • Jual Sepatu Futsal

    Bukan merayakan tapi memperingatišŸ˜€

  • Mohammad Yusuf Syafroni Karim

    jika para kisanak masih libur pada tanggal 17 agustus, dan masih libur ketika anak sampeyan lahir, marilah kita akhiri perdebatan ini. SekianšŸ˜€

  • Power Khan

    nggak ada yang melarang maulid, silahkan asalkan sesuai dengan tuntunan dalam ajaran agama ini. mencintai Rasulullah Saw tidak hanya dengan Merayakan Maulidnya. tapi cintai beliau dengan menegakkan apa yang disyariatkannya, Pelajari Sunnahnya, ikuti apa yang diperintahkannya tinggalkan apa yang telah dilarangnnya. Konteks Asal Maulid itu dipelajari, diteliti sejarahnya. Islam ini agama yang SEMPURNA tidak ada kekuranggannya, Komplit, jagan dikurangi dan jangan ditambah-tambah. Suatu perkara yang pada masa Rasullah Saw tidak dikerjakan tetapi ada peluang dan kesempatan untuk dilakukan atau dikerjakan, namun pada masa itu tidak dilakuan atau dikerjakan, hal ini menunjukkan bukan bagian syariat. Pelajari Sejarah Rasulullah setiap punya waktu dan kesempatan tidak hanya pada maulid saja.

  • Heri Purnomo

    Mauludan itu memang bid’ah. Tapi di kalangan aswaja bid’ah itu terbagi menjadi dua, bid’ah hasanah dan bid’ah dholalah. Seperti sholat taraweh 21 rekaat, dua adzan jum’at, qur’an yang dibukukan, itu tidak dicontohkan oleh nabi. Tapi itu semua diniatkan untuk kebaikan.

    Jadi, akan ada ribuan hal yang terkait ibadah di zaman ini yg tak dicontohkan oleh nabi. Akankah semua dianggap sesat?

    Dan itu bisa dilakukan oleh kalangan yg menganggap semua bidah itu sesat.

    Wallahu a’lam bishowab.

  • Reesha

    salah satu alasan mereka melarang perayaan maulid Nabi adalah bahwa menurut salah satu riwayat yang mereka anggap shahih, tanggal 12 Rabiul Awal adalah wafatnya Nabi, sedangkan Nabi sendiri dilahirkan pada tanggal 9 Rabiul Awwal, nah bagi mereka, masa’ kita mau merayakan wafatnya Nabi??

    oh iya, kelahiran Nabi itu termasuk sunnah juga lho, silahkan diteliti lebih lanjut!

  • DJADJAT

    Kenapa sih pade ngotot perihal yang abu-abu, lebih baik ambil yang resikonya rendah, yaitu tidak memperingatinya, toh tidak dosa juga klu meninggalkannya, kalau mau pahala lebih baik kerjakan yang sudah pasti dapat pahalanya, seperti sholat. Kayak ngak ada kerjaan yang lebih pasti pahalanya. Heheheheh….

  • Mutia Ohorella

    Hihihi…nggak mau ikutan ..! jauhi debat walaupun kamu benar (itu kata Rasulullah). Yang jelas, yang namanya Sunnah itu kalau Rasul dan sahabat mengerjakan….kalau tidak ..? ya..tinggalkan ..!

  • sarip hidayat

    itu hukumnya bid’ah ,tetapi mengarah kepada kebaikan (hasanah) selama tidak menyimpang dari ajaran agama islam…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: