Kurang Berpikir

Ada satu pekerjaan yang penting, yaitu berpikir. Pekerjaan ini seringkali harus dilakukan dengan terdiam, meskipun ada juga orang yang harus bergerak untuk memikir. Duduk. Tafakur. Sayangnya orang yang duduk terdiam itu seringkali diasosiasikan dengan tidak bekerja, nanggur, dan malas-malasan.

Saya sendiri sering kesal kalau tidak menghasilkan sesuatu. Harus nulis. Bahkan membacapun kadang saya anggap tidak produktif. Artinya saya sendiri tidak menghargai berpikir. Wah wah wah. Kok gawat begini.

Iklan

5 pemikiran pada “Kurang Berpikir

  1. Kl org duduk terdiam, jika tdk berpikir, bs diasosiasikan ke:
    1. Melamun
    2. Bbk dgn mata terbuka.. Pernah mendengar cerita bahwa dl ada org jaga malam, bbk dgn mata terbuka..=DHa=aQº°ÚØÚ°ºH”=D=a=aQº°ÚØÚ°ºH”=))..

    Salam,

    Hotelpadi (hotel + tiket pesawat promo)

  2. kata mbah enstein: ” imagination is more important than knowledge”.
    Bukannya berpikir itu perintah di kitab suci, sejenak tinggalkan rutininitas dan berpikir. Think.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s