Buanglah Sampah Pada Tempatnya

Test Sampah 400Kesal sekali kalau melihat orang membuang sampah sembarangan. Terlebih lagi di jalan. Apa orang-orang ini mengira bahwa sampah yang mereka buang di jalan itu akan hilang dengan sendirinya?

Kebanyakan sampah ini berakhir di selokan. Hujan datang dan membawa sampah-sampah tersebut masuk ke selokan. Akibatnya selokan menjadi mampet dan air meluap ke jalan. Banjir jadinya.

Kalau sudah banjir seperti ini maka orang mulai berkeluh kesah. Padahal dia sendiri yang menjadi sumber banjir itu sendiri.

Pada suatu saat ada anak-anak yang sedang makan snack di dekat rumah kami. Ketika kami tanya di mana buang sampahnya, mereka dengan polosnya mengatakan selokan. Nampaknya mereka tidak diajarkan untuk membuang sampah pada tempatnya.

Tempat sampah juga sering tidak ada dekat kita. Kebanyakan orang malas untuk berjalan sedikit mencari tempat sampah. Atau kalau tempat sampah tidak tersedia, simpan dulu. Nanti kalau sudah ketemu tempat sampah baru dibuang. Bukan main lempar saja dari jendela ke jalan raya.

Tadinya saya pikir yang tidak mengerti hal ini hanya anak-anak saja, tetapi saya seringkali melihat orang yang mobilnya mewah melakukan itu. Mereka tidak ingin mobilnya kotor, jadi buang saja sampahnya di jalan! Seenaknya. Yang seperti ini mungkin bukan masalah pendidikan, tetapi pemalas! (Atau apa ya istilah yang lebih tepat?)

Mari kita buang sampah pada tempatnya.

About Budi Rahardjo

Teknologi informasi, security, musik, buku Lihat semua pos milik Budi Rahardjo

9 responses to “Buanglah Sampah Pada Tempatnya

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 2.456 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: