Kurang Isi Berbahasa Indonesia

Banyak orang ingin membuat portal berita, forum, milis (mailing list), blog, dan seterusnya. Setelah mereka buat ternyata sepi pengunjung. Mereka lupa bahwa yang membuat sebuah tempat hidup adalah adanya interaksi atau isi (content). Bahwa menyediakan tempat saja itu tidak cukup.

Bayangkan kalau kita membuat sebuah toko, katakanlah toko buku, yang isinya itu-itu saja. Tidak berubah selama berbulan-bulan. Pasti toko ini hanya ramai di awalnya saja. Setelah itu orang tidak mau berkunjung kembali. Untuk apa? Toh akan tetap seperti itu-itu saja. Tidak ada yang baru.

Hal serupa juga terjadi di dunia digital. Orang akan malas datang ke blog | portal | situs kita jika tidak ada yang baru. Apa artinya ini? Artinya adalah kita harus rajin mengisi dengan cara menulis.

Saya mengikuti beberapa milis. Kebanyakan mati. Milis yang hidup adalah milis yang memiliki orang yang rajin untuk menulis. Jika tidak ada yang berdiskusi, maka dia mengisi.

Sekarang kita bicara soal tulisan yang original atau tidak. Kebanyakan orang sekarang lebih senang melakukan repost | retwit | copy-paste tulisan. Ini sangat tidak menarik. Pasalnya orang sudah mendapatkan isi tersebut dari tempat lain. Akan muak dia kalau melihat tulisan yang sama di tempat kita juga. Maka dari itu, tulisan orisinal (biarpun lebih buruk dari segi kualitas) lebih menarik daripada repost.

Percayalah.

Lihat saja tulisan ini. Dari segi isi dan tulisan rasanya tidak ada hebat-hebatnya, tetapi yang menarik adalah … orisinal (dan tidak main stream). Orang tidak bosan. Meskipun bisa jadi tidak menarik juga. he he he.

Sebenarnya saya ingin membuat masterpiece. Tidak sekedar hanya membuat tulisan saja. Untuk membuat masterpiece nampaknya harus dimulai dari membuat yang biasa-biasa saja dahulu.

16 Comments

  1. Bener banget Mas. Yang penting nulis dan terus ngisi. Coba aja berhenti menulis sebentar saja (misalnya karena kesibukan atau kemalasan), pasti jumlah kunjungan akan perlahan-lahan menurun.
    Saya juga sepaham. Saya lebih suka menuliskan sendiri pikiran,perasaan dan pengalaman saya, ketimbang memblog tulisan orang lain.

  2. Ah soal berbahasa Indonesia. Akibat karena kita kurang menulis content, maka kebanyakan membaca situs dalam bahasa asing (Inggris). Atau malah repost.

    ——————-

    Mungkin kebanyakan repost dengan bantuan Google Translate, hehehe… Iya ndak?

  3. Sepakat. Tapi sekarang saya realistis, tak semua orang mau dan mampu menghasilkan konten sendiri. Lebih mudah “berbagi konten orang lain” 😀
    Salah satu alasan yang pernah saya dengar, kalo responnya sam-sama rendah ngapain nulis dan motret sendiri. 😀

  4. wah saya setuju banget nih! Justru sesuatu yang orisinil ujung-ujungnya yang akan di cari oleh orang lain ya 😀

  5. Itu dia, konten berbahasa Indonesia sangat minim. Kalaupun ada mereka (para blogger) kebanyakan menulis hal-hal yang tidak original dan bukan bacaan manusia (kepentingan SEO).

  6. Orisinal memang penting. Tapi bagi saya copy paste/meniru itu perlu bagi pemula, sebelum menemukan gayanya sendiri.
    Ga ada orang yang bisa menulis tanpa membaca terlebih dahulu.

    Realitanya, sesuatu yang kita sebut dgn ‘ide original’ adalah hasil kombinasi & perspektif yg berbeda dari buuaaaaanyak kopian.

    Seperti kata pepatah: “Tidak ada yang (benar-benar) baru di bawah langit.” 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s