Kereta Api Argo Parahyangan

Sudah lama saya tidak naik kereta api. Kali ini saya ke Jakarta dengan menggunakan kereta api karena merasa kurang fit untuk mengendarai mobil sendiri. Ternyata ada beberapa perubahan.

Yang pertama adalah stasiun kereta api sepi. Mungkin karena saya menggunakan kereta api yang berangkat pukul 5 pagi. Masih terlalu pagi bagi banyak orang. he he he. Loket pembelian karcis juga sepi. Saya langsung beli di loket. Ternyata sekarang untuk membeli karcis kita diminta untuk menunjukkan identitas kita. Saya sodorkan KTP dan karcis seharga Rp 70 ribu pun diberikan. Untuk masuk ke stasiun juga diminta untuk menunjukkan karcis dan KTP.

Kereta Parahyangan ini sepertinya masih tetap sama seperti kereta Argo Gede dulu. Lumayan bersih dan nyaman. Bedanya sekarang ada colokan listrik di dinding. Nyesel juga tidak membawa notebook karena khawatir kehabisan batre.

Makanan saya pesan. Seperti biasa, bistik dan kopi susu. Ternyata kopi susunya dalam bentuk gelas kertas seperti yang dihidangkan di kafe-kafe. Kalau dahulu dia disajikan dengan menggunakan gelas kaca yang besar. Justru kopi susu yang lama itulah yang saya cari. Bistiknya sih masih sama seperti dulu. Jangan berharap terlalu banyak. Masih cukup bisa dimakanlah. Apakah saya akan pesan lagi? Nampaknya sih iya meskipun agak kecewa. Enakan model dulu. Berkesan agak sedikit kuno (pakai gelas kaca) tapi lebih nyaman (dan lebih green?).

Selebihnya, sangat nyaman naik kereta. Kebetulan saya naik kereta yang pagi. Sampai di stasiun Gambir tepat waktu. Masih pagi. Waktunya mencari sarapan (lagi). he he he. Nah ini cerita yang lain.

Iklan

15 pemikiran pada “Kereta Api Argo Parahyangan

  1. Kereta api merupakan salah satu transportasi umum yang sangat populer, semoga semakin hari semakin baik dan maju seperti kereta api di luar negeri sana 🙂

  2. Inget jaman interview fresh grad, naik kereta subuh ke Jakarta, mandi di Stasiun Gambir biar gak lecek. Waktu ngumpulin KP malah saya tidur di Istiqlal karena jaman itu blm ada teman di Jakarta hehehe. Tidur di istiqlal diusir security nya, setelah ngobrol kesana kemari dia akhirnya kasian sama saya. Jadi dibolehin tidur semalam.

  3. KAI berbenah diri tidak hanya di gerbong, pak. melainkan sampai ke perapihan stasiun. contohnya di Pondok Cina dan stasiun universitas indonesia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s