Kisah Mahasiswa Bimbingan

Sang dosen menatap mahasiswa bimbingannya yang mencoba menjelaskan idenya. Bulir-bulir keringat mulai terlihat di dahinya. Hi hi hi. Sang dosen ingin tertawa tapi  tidak sampai hati. Jangan-jangan aku juga dulu begitu, gumamnya.

Mahasiswa selesai menjelaskan. Dosen terdiam sejenak. Pasang muka serius.

Wah, ini salah besar dik“.

Dosen terdiam sejenak untuk melihat ekspresi mahasiswa. Sang mahasiswa terkejut. Cemas. Bulir-bulir keringat menampakkan dirinya. Mengalir.

Eh, sudah benar ding“, sang dosen akhirnya berkata.

Diam sejenak. Mahasiswa masih tegang. Hi hi hi. Cukup penyiksaan ini.

Begini, dik. Kita … ” dan seterusnya, dan seterusnya.

Diskusipun kembali berlangsung. Mahasiswa sudah tenang. Dosen pembimbing pun serius mengarahkan mahasiswa. Bulir-bulir keringat menghilang. Berganti dengan asap yang mengepul dari kepala mahasiswa dan dosen.

12 Comments

  1. semestinya mahasiswa tak perlu tegang hingga banjir keringat, Namanya juga belajar, bukan mencuri.. Tapi, ini jadi pengalaman berharga si mahasiswa, apalagi proses berkeringatnya diposting disini.. Hehehe..

  2. Wah nakal nih Pak Budi. Hi hi hi.

    Eh tapi jangan salah lho. Ada mahasiswa sengaja berekspresi kayak begini. Berakting supaya terlihat kasihan dan tidak “dibantai” oleh guru pembimbing. Ho ho ho.

  3. haha, jadi ingat bimbingan tadi pagi. abis bimbingan dosennya dateng ke ruangan, nanyain, “are you okay?” dosen lebih takut dengan mahasiswa daripada mahasiswa dengan kasusnya sendiri, sampai akhirnya saya yang harus bilang, ‘you look worried’ dan pembimbing bisa senyum lagi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s