Kehilangan Idealisme

Sedih juga melihat beberapa anak muda yang kehilangan idealisme. Mereka melakukan sesuatu hanya untuk jangka dekat dan pragmatis sekali. Padahal lingkungan mereka memberikan kemungkinan untuk berlatih dan mengembangkan idealisme.

Sebagai contoh di lingkungan kampus saya mencoba mengajak mahasiswa saya untuk melatih diri menjadi idealis. Ujian tidak perlu nyontek karena kalau tidak lulus nanti ada perbaikan (remedial) sampai lulus. Yang dibutuhkan hanya kemauan diri untuk melakukannya.

Di luar kampus nanti akan ada banyak tantangan. Salah satunya adalah lingkungan yang tidak idealis. Jika di dalam kampus saja tidak berusaha untuk melatih diri mengembangkan idealisme, bagaimana nanti di luar sana ya?

Beberapa anak muda ini juga mencoba mengembangkan bisnis tanpa mengindahkan etika. Selama menghasilkan uang yang lebih banyak apapun dilakukannya. Padahal pengalaman saya – dan juga pengalaman banyak orang yang berhasil – etika itu sangat penting. Bahkan dalam bisnis sekalipun. Ada banyak hal yang tidak dapat diukur dengan uang. Pertemanan, sebagai salah satu contohnya. Dalam bisnispun aspek pertemanan ini sangat penting. Lebih baik kehilangan uang sedikit tetapi mendapat teman (tetap berteman), daripada mendapatkan uang yang lebih tetapi kehilangan teman.

Dicari: idealisme

Iklan

17 pemikiran pada “Kehilangan Idealisme

  1. Dulu pas kuliah “Idealisme adalah nafas kami”
    Giliran udah kerja “ga bisa nafas gara-gara idealisme”

    gimana dong? hehehe…

  2. itulah dampak globalisasi mas. dengan gampangnya informasi masuk ke negara kita, masyarakat terbuai dengan budaya-budaya yang tidak sesuai dengan budaya kita.. harapannya harus ada filtesisasi terhadap budaya yang masuk dari luar..

  3. Idealisme adalah Budaya, Harta Karun, Integritas yang menurut saya perlu dimiliki tiap Pribadi. Bukankah ciptaan-ciptaan terbaik di dunia ini hadir dari para Idealist ?!.

  4. Bisnis tanpa etika biasanya tidak berumur panjang.
    Akan ada saatnya, kebusukan ketahuan.
    Bisnis biasanya berlandaskan kepercayaan (trust). Jika kepercayaan hilang, darimana “customer” atau “partner” bisa datang?

  5. Saya pikir emang bener sekali pak, sekarang hampir semuanya di pikir dengan instan dan uang.
    tapi meskipun begitu, saya sebagai generasi muda berusaha utk tetap idealis n menjunjung tinggi nilai2.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s