Tantangan Hidup di Indonesia

Akhir-akhir ini ada banyak tulisan, status facebook, diskusi di darat yang membahas tentang tantangan hidup di Indonesia. Di satu sisi, hidup di Indonesia ini ada banyak kemudahan. Alam sangat bersahabat (meskipun sekarang alam sudah mulai marah dengan manusia). Orang bisa hidup dengan hanya luntang lantung di pinggir jalan. Di tempat yang ada musim dingin, mana bisa mau minta-minta atau gitaran di jalan. he he he.

Di sisi lain, hidup di Indonesia harus dijalani dengan sedikit menjadi superman (atau superwoman?). Orang Indonesia dituntut untuk melakukan banyak hal sekaligus. Jadi dosen, misalnya, dituntut untuk dapat melakukan tridharma; mengajar, meneliti, dan melakukan pengabdian masyarakat. Harus bisa tiga-tiganya. Mahasiswa juga dituntut untuk belajar dan untuk yang tingkatannya mahasiswa pasca sarjana dituntut untuk mengajar juga. Yang ini sebenarnya mirip dengan di luar negeri, tetapi di luar negeri kita bisa lebih fokus. Itulah sebabnya saya menganjurkan untuk mengambil S3 di luar negeri saja daripada di Indonesia.

Kadang juga orang yang berpendidikan, selain dituntut untuk bekerja juga dintuntut untuk menjadi ketua RT/RW dan sebagainya. he he he. Pokoknya hebatlah orang Indonesia.

Singkatnya, hidup di Indonesia itu harus bisa rangkap-rangkap. (Kalau perlu, jabatan juga dirangkap. he he he.) Kalau di luar negeri, seseorang itu bisa fokus kepada satu lakon saja. Hebatnya orang Indonesia ya?

Iklan

12 pemikiran pada “Tantangan Hidup di Indonesia

  1. Kayaknya multitasking sudah terasah sejak jadi mahasiswa. Terlatih mikirin mulai dari masalah politik nasional dan kampus, kiriman belum datang, 4 tugas kuliah dan laporan praktikum untuk minggu ini belum kelar, 2 hari lagi UTS, sampai mikirin pacar…

  2. Saya di luar negeri (Eropa) bekerja sebagai engineer, ya fokusnya disitu saja. Bosan karena hidup kurang dinamika dan orang jadi terlalu specialist. Hidup gitu terus tiap hari, pagi naik kereta ke kantor, kerja sampai sore, balik naik kereta. Gitu terus seumur hidup. Orang-orang Eropa sepertinya juga hanya fokus ke pekerjaannya dan tidak memikirkan hal-hal lain. Pokoknya kerja dan mengandalkan gaji saja. nantinya pemerintah yang memikirkan kesehatan pendidikan dan pensiun.

    Di Indonesia, beda banget. Ini negara hypercapitalist bung ! Kita tidak bisa mengandalkan pemerintah disini, PASAR dan PEMILIK MODAL yang bicara disini !

    Di Indonesia hidup HARUS multitasking, duit sudah pasti (kurang) karena inflasi melebihi kenaikan gaji. Semua orang harus punya kerjaan sampingan selain kerjaan utama… semua orang punya investasi, bahkan supir saya saja punya sampingan warung dan jual beli tanah…

    Di Indonesia kesempatan berlimpah namun harus punya tenaga kuda dan siap korbankan work life balance.

  3. JAUH LEBIH NYAMAN & ENAK HIDUP DI NEGARA2 MAJU…!!!!!!!
    SAYANG, SUAKA KAMI DITOLAK..!!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s