Karena Saya Menyukainya

Mengapa saya mengerjakan sesuatu? Biasanya jawaban saya adalah karena saya menyukainya. Banyak hal yang saya lakukan memiliki jawaban seperti itu. Kerjapun karena saya menyukainya.Menulis blog ini saya lakukan karena menyukainya. (Bukan untuk cari popularitas dan bukan juga untuk mencari keuntungan finansial secara lasung – karena belum menemukan rumus yang pas, mungkin?) I love doing things that I do.

Sementara itu saya melihat banyak orang melakukan berbagai hal karena terpaksa. Entah itu terpaksa karena yang dikerjakan itu bagian dari kuliah atau karena disuruh oleh orang lain atau situasi yang memaksa mereka untuk melakukan hal tersebut. Karena dilakukan secara terpaksa, maka hasilnya juga akan terasa “terpaksa” yaitu secukupnya saja. Tidak ada keinginan untuk membuat lebih bagus. Pas-pasan saja.

Nah jadi gimana dong?

Iklan

15 pemikiran pada “Karena Saya Menyukainya

  1. Menjadi diri sendiri pak kalo menurut saya, melakukan sesuatu karena dilihat dari kemampuan dan bakat yang ada didalam diri. Jangan sampai terpaksa, karena jika terpaksa akan setengah-setengah melakukannya 🙂

  2. secara umum dan idealnya demikian. tapi tetap ada kasus di mana yang tidak kita sukai belum tentu tidak baik buat kita, dan yang kita sukai belum tentu baik buat kita.

  3. ketika saya lulus sarjana nasehat pembimbing saya adalah lakukan apa yang kamu suka selama itu membuatmu bahagia. berbekal pesan itu saya pindah jurusan dua kali. akhirnya saya sampai pada kesimpulan bahwa melakukan sesuatu yang disukai belum tentu selalu bahagia. ada saat-saat memang saya harus bertahan, alih-alih pindah haluan.

  4. Bahwa kita menyukai sesuatu (bidang ilmu / pekerjaan) bukan berarti tidak ada masalah / hambatan di sana. Apakah kemudian kita menghindari atau menyelesaikan masalah tersebut? 🙂 Sebetulnya sudah ada draft tulisan saya yang intinya adalah tetap teguh (istiqomah) dengan bidang yang kita tekuni meskipun bidang lain kelihatannya lebih menarik. (Tulisan itu belum selesai sehingga belum diposkan.)

  5. “I do what I like and I like what I do” sepertinya sama tapi sebenarnya berbeda… yg pertama “harus suka dulu baru melakukan” sedang yang kedua “harus melakukan dulu baru suka” mana yg lebih baik? Bisa jadi keduanya sama-sama baik atau mungkin sama-sama tidak baik kalau hasilnya positif 3 bulan sebelum waktunya hehehe… nice inspiration Pak Budi, I like your blog verymuch 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s