IT Security Untuk Perpustakaan

Saya sedang membuat materi presentasi tentang IT security untuk perpustakaan. Ternyata tidak mudah. Salah satu hal yang menjadi ganjelan saya adalah, apa saja aset teknologi informasi perpustakaan?

  1. Perangkat (devices, komputer, dll. dicuri / dirusak);
  2. Data anggota (dicuri? dijual? adakah nilainya?);
  3. Sistem perpustakaan diterobos (sehingga data buku pinjaman kita dihapus?);
  4. eBooks / online journals (apakah memang ada perpustakaan di Indonesia yang menyediakan eBooks? Masalah HaKI?);
  5. Sistem IT (termasuk network, digunakan untuk menyerang pihak lain);
  6. Apa lagi ya?

Masih berpikir keras (dan akan menambahkan data di daftar itu). Selain itu saya akan juga tambahkan dengan ancaman terhadap aset itu.

Iklan

19 pemikiran pada “IT Security Untuk Perpustakaan

  1. Saya setuju dengan nomor 2, 3, 4. Orang ‘iseng’ bisa-bisa saja mengakses data anggota dan membuat record peminjaman yang bisa saja menggagalkan proses kelulusannya, karena sebagian kampus mensyaratkan surat keterangan bebas pinjaman buku perpustakaan. Perpustakaan yang sudah bekerjasama dengan jurnal online mungkin saja mengunduh dan menyimpannya di datase untuk di-share kepada anggota perpustakaan dengan mekanisme digital stamping bukan.

    Database yang berhubungan dengan jumlah dan ketersediaan buku tentu salah satu yang vital, karena bila ia kacau petugas perpustakaan tentu harus kembali menggunakan katalog manual 🙂

  2. Mungkin perlu membahas penggunaan IT untuk mengurangi pencurian buku/buku hilang.
    Misal bukunya dikasih RFID, kalau udah dikasih RFID gimana biar RFIDnya gak dihapus orang datanya.

  3. Assalamu’alaikum pak budi,mohon diberikan kesempatan untuk 10 anak didik saya di SMK PON-PES AL-ITTIHAD CIANJUR,jurusan Rekayasa Perangkat Lunak, magang di perusahaan Software House yang pak budi kenal ATAU recomended…mudah2an makin banyak anak negeri ini yang bisa hebat seperti bapak, yang melek IT dan berakhlak mulia, atas kebaaikan bapak saya ucapkan Jazakumulloh Khoiro….. CP sy di 081320590900

  4. banyak sekali hambatan2nya tapi selama teknogi selalu berkembang pasti segala sesuatunya bisa diatasi terutama hal2 yang menyangkut security dan perlindungan 🙂

  5. ternyata ribet juga yah soal IT security perpustakaan. awalnya saya tak pernah berpikir seribet ini, mendaftar jadi member, titip kartu dan bawa pulang buku saja. yang paling parah jika data pribadi member dicuri, atau bahkan dijual oleh pengelola perpustakaan.

  6. Pencurian data (oleh malware mungkin?). Data anggota & history peminjaman bisa dianalisa demografi & preferensi bacaan. Bisa dianalisa perilaku individu juga. Bahaya jika mengincar seseorang.

    (hehehe sok tau banget ya?)

  7. Di Singapore, data pengguna adalah NRIC alias KTP yang centralized. Jadi kalo ada pembobolan, ya pasti serius sekali. NLB Singapore juga punya security deposit yang auto withdraw kalo kita ada fines (telat, buku hilang etc), jadi financial risk juga. Kemudian sistem pembayaran lain terintegrasi dengan NETS (online ATM antar bank) dan prepaid card reader (EZ Link, NetFlashPay). Kemudian sistem tracking buku pakai RFID dan berlaku nationwide. Pinjem di library A, bisa dibalikin di library Z. Atau mau pinjem online, minta di collect di Library C.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s