Kemampuan Bertanya

Kemarin ngobrol dengan anak dan topiknya beralih kepada persepsi. Terus anak saya bilang bahwa yang membedakan manusia dengan monyet adalah manusia bertanya, sementara monyet tidak. he he he. Wah ini pernyataan yang bagus.

Kalau kita perhatikan memang kemampuan bertanya kita ini agak rendah. Adalah yang mengaitkan ini dengan kultur orang Timur (Asia) yang malu bertanya dibandingkan dengan kawannya yang berasal dari Barat. Ada juga yang mengatakan bahwa kita ini takut salah (tetapi anehnya tidak mau bertanya). Boleh jadi ini benar, tetapi menurut saya memang kemampuan bertanya kita agar rendah.

Kemampuan bertanya juga tidak muncul secara tiba-tiba. Dia harus diajarkan dan diasah. Sama dengan kemampuan menulis yang tidak muncul secara tiba-tiba juga. Kita mulai dari yang sederhana dahulu kemudian meningkat ke yang lebih sulit. Kalau tidak diajarkan, kemampuan ini akan hilang.

glasbergen-tech-support

Perhatikan kalau orang Indonesia bertanya. Terlalu banyak pengantarnya; “… seperti kita ketahui … ” (dan 10 menit kemudian, pertanyaannya belum muncul juga – he he he). Apakah Anda juga demikian?

Hal terkait adalah ada banyak pimpinan yang mengambil keputusan tanpa bertanya dahulu. Mungkin mereka merasa sudah tahu semua? Atau mereka malu bertanya? Atau, memang mereka tidak tahu cara bertanya?

Hari ini saya mau mengajarkan bertanya ah di kelas. See you in class.

Iklan

19 pemikiran pada “Kemampuan Bertanya

  1. Wah menarik ini pak. Saya juga termasuk yang males (takut) bertanya (dikelas). Kalau disituasi yang lain, anehnya, biasa saja saya bertanya. Ditunggu kesimpulan hasil mengajar hari ini.

  2. Mungkin salah satu faktor seseorang malas bertanya karena dia berpikir, “Ah, nanti saya bisa cari jawabannya di Google.” šŸ™‚

  3. bertanya terkait erat dengan persepsi orang, saya malasnya bertanya kalau sudah jelas, padahal mestinya muncul pertanyaan baru.. Selain itu, saya malas bertanya pada orang yang sok pintar, orang yg bertanya dianggap bodoh, padahal ngetes doang…

  4. Menarik nih, pak. M
    urid-murid saya juga begitu. Makin ditantang tuk bertanya malah makin sembunyikan wajah. Padahal kata kunci 5 w 1 h nya sudah diberikan.
    Ditunggu hasil kuliahnya pak….

  5. Setuju sekali dengan artikel ini, Semakin banyak bertanya maka akan semakin banyak ilmu yg di dapat kan, asal jangan bertanya berulang ulang, bisa repot :D, salam kenal semua..

  6. Saya mungkin salah satu orang yang tidak suka bertanya. Bahkan saya sangat jengkel pada waktu mencari alamat seseorang, istri minta saya bertanya pada orang yang kita temui. Menurut saya mencari jawaban sendiri lebih menantang. Sebaliknya saya juga kurang senang kalau ditanya orang mengenai hal-hal yang seharusnya tidak ditanyakan apalagi kalau jawabannya terlalu mudah. So, menurut saya bertanya harus serius… dan yang terpenting sebelum bertanya perlu berpikir dulu apa yang akan ditanyakan dan bagaimana menanyakannya. Benar tidak Pak Budi? šŸ™‚

  7. budaya bertanya itu penting, dan harus ditanamkan dalam lingkungan sosial..saya kira seorang anak kecil yang banyak sekali bertanya mempunyai pikiran yang kritis tentang keadaan..my opinion

  8. kayaknya memang budaya pak, saya sendiri dasarnya termasuk makhluk bawel, tapi entah kalau disuruh tanya sama om Dosen, saya lebih milih diam, padahal ada yang nggak ngerti. pikir saya, malu sama yang lain ~~”

  9. Setahu aku, ada pepatah dari sana, banyak bertanya malu – maluin.
    Kalau di kita, malu bertnya sesat di jalan.
    Mana yang betul ya Pak..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s