Tag

,

Sering saya heran melihat anak-anak muda yang kongkow-kongkow tidak mengerjakan apa-apa. Mereka nampaknya punya banyak waktu dan tidak tahu mau ngapain. Sementara itu saya kehabisan waktu untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan atau hobby. Sebagai contoh, dari tadi pagi sampai sekarang saya masih sibuk membersihkan foto-foto (mengganti nama, resize, upload, dan seterusnya). Untuk melakuakan hal seperti ini saja sudah membutuhkan waktu berjam-jam. Padahal mungkin yang berhasil dibereskan hanya 10% dari foto-foto yang baru saya hasilkan. Ini hanya soal foto saja. Belum lagi ada banyak kerjaan yang harus diselesaikan. Maka saya heran ada orang yang santai-santai saja.

Jadi anak-anak muda ini tidak punya kesibukan ya? Mereka tidak butuh waktu tambahan. Untuk apa?

Di sisi lain, saya melihat ada banyak orang yang banyak maunya tetapi tidak mau melakukannya. Ada yang mau jadi penulis tetapi tidak mau menyisihkan waktu untuk (belajar) menulis. Demikian pula untuk hal lain seperti memotret, berolah-raga, dan hobby-hobby lainnya (yang sebetulnya dapat dijadikan pekerjaan juga), ada banyak orang yang tidak mau berinvestasi di waktu. Lantas mereka berharap menjadi jagoan (expert) dengan hanya pengen saja?

Untuk yang terakhir ini alasan yang sering dipakai adalah sibuk. Ini kebalikan dari alasan anak-anak muda tadi. Mereka butuh waktu. Pikir-pikir, yang ini sebetulnya hanya alasan karena banyak orang lain yang lebih sibuk tetapi masih dapat berkarya. Nah.