Tag

,

Salah satu hal yang sering membuat saya kesal adalah kalau orang membuat keputusan yang tidak logis, tidak runut, tidak masuk akal. Mungkin ini gara-gara latar belakang engineering saya sehingga semuanya harus logis.

Saya tidak dapat mengatakan bahwa jumlah pengguna internet Indonesia ada sekitar 20% tanpa ada data yang jelas. Saya tidak boleh mengatakan bahwa itu “menurut saya”. Suka-suka saya. Tidak bisa.

Baru saja saya ngomel melihat orang membuat pernyataan “10 situs web terpopuler (menurut xyz)”. Pasalnya ada banyak situs web yang lebih populer dari yang ada di daftar tersebut. Mengapa mereka tidak dimasukkan? Saya tanyakan bagaimana metodologinya, data setnya, dan hal-hal yang terkait. Jawabannya tidak memuaskan. Intinya adalah ya itu menurut saya (xyz). Ini bagi saya tidak masuk akal dan cenderung menyesatkan.

Mahasiswa memberikan presentasi tentang tugas akhir | thesis | disertasi. Saya tanyakan bagaimana dia yakin bahwa sistem yang dia buat itu berfungsi (sesuai dengan spesifikasinya). Jawabannya sering tidak masuk akal. Ya dicoba saja. He he he. Dicoba itu harus jelas. Data masukan (input) yang diberikan itu apa? Keluarannya seperti apa? Dilakukan berapa kali? dan seterusnya. Lagi-lagi tidak logis.

Berdiskusi tentang sebuah rancangan regulasi yang akan dikeluarkan pemerintah. Ada beberapa hal yang saya tanyakan; mengapa ada pasal | ayat ini dan itu. Membuat regulasi itu tidak asal-asalan. Jangan memalukan. Untungnya teman-teman mengakomodasi hal ini. Saya sering lihat ada banyak keputusan pemerintah (atau pimpinan) yang nggak logis. Bahkan di lingkungan perguruan tinggipun kadang ada hal-hal yang tidak logis. Bikin kesel aja.

Oleh sebab maka dari itu … kalau membuat sesuatu, buat yang logis ya. Kalau tidak, nanti saya kritik. hi hi hi.