Pendidik < Buruh

Kemarin ramai sekali dibicarakan tentang Hari Buruh. Hari ini, Hari Pendidikan, sepi-sepi saja. Saya yakin sebagian besar orang Indonesia lupa. Ingatkah Anda?

Pertanyaan selanjutnya adalah memang ada apa dengan hari pendidikan? Ya memang tidak ada apa-apa. Sepi-sepi saja. Demikianlah potret yang ada.

Di sisi lain saya menangkap kesan bahwa pendidik (guru, dosen, …) ternyata menganggap dirinya juga sebagai buruh. Mungkin sebentara lagi juga akan ada tuntutan kenaikan gaji. he he he. Dan ndilalah, ada cuplikan pembicaraan di radio yang saya dengarkan dalam perjalanan menuju kampus. Sang pembicara – saya tidak tahu siapa dia karena mendengarkannya di tengah-tengah – mengatakan bahwa ruh pendidikan sudah hilang dari para pendidik. Yang dipikirkannya adalah imbalannya. Padahal sebanyak apapun gaji atau imbalan yang diperoleh pasti tidak cukup. Nah …

Saya pikir memang kita tidak perlu menafikkan atau mengharamkan uang. Bukan itu poinnya. Yang menjadi masalah adalah kalau itu menjadi hal yang utama sehingga menjadi pikiran terus. Nah itu masalah.

Dipikir-pikir nampaknya pendidik < buruh?

About Budi Rahardjo

Teknologi informasi, security, musik, buku Lihat semua pos milik Budi Rahardjo

15 responses to “Pendidik < Buruh

  • mpig

    Iya, saya lupa. Kalau hari buruh ingat karena identik dengan ‘mayday’. Kata itu kan terkenal banget. Dulu guru suka ngasih singkatan2 lucu biar murid gampang menghafal suatu pelajaran. Kalau hari pendidikan diidentikan dengan sesuatu yang keren, mungkin bakal diingat.

  • asamuratobat

    iya, kebanyakan dari kita lupa apalagi yang sudah lama meninggalkan jenjang pendidikan.

  • yuti

    selamat hari pendidikan pak budi! berandai-andai semua orang sudah menghayati tiap hari sebagai hari untuk menjadi lebih baik dan senantiasa belajar, dan perayaan hari pendidikan dilakukan dengan gegap di media massa untuk mengingat keseharian sebagai manusia pembelajar

  • daribali

    jadi inget almarhum bapak..dia seorang guru dahulu di masa masa sulit, ketika gaji dan imbalan masih kecil, belum ada yang namanya sertifikasi.
    tapi niat beliau membagi ilmu tak pernah luntur ..tiap hari .dedikasi,

  • mcen2030

    (Dulu) guru, yang bukan hanya sekadar profesi tapi jalan hidup, adalah jenis orang-orang yang tabah dan tak banyak menuntut.

    (Dulu) kebanyakan guru hanya berpikir untuk memberi dan memberi, tanpa menomorsatukan upah seperti yang dikejar oleh para buruh.

    Hal yang gawat akan terjadi ketika murid semakin tidak menghargai (mantan) guru-guru mereka (dalam bentuk materi dan kesejahteraan) sehingga kecenderungan guru mengejar upah dibandingkan pengabdian akan menjamur.

  • jacobian

    money is a means to an end.

  • Dudi

    Memang skr udh sulit cari guru yg bener “mateng”, berilmu dan ikhlas menyebarkan ilmunya… semuanya jadi pragmatis, cepat tapi serba karbitan… jadi tapi gak tahan lama… Hasil byk tapi kurang ato bahkan tidak berkualitas… Byk minta hak, tapi kewajiban dilupakan….

  • rotyyu

    Pendidik terakhir di negeri kita ini ya Bapak Umar Bakri😀

  • mr.plc

    “Padahal sebanyak apapun gaji atau imbalan yang diperoleh pasti tidak cukup”

    Nggak juga sih. Kalau dosen berkualifikasi PhD diberi gaji sepadan dengan manager menengah, pasti mereka akan bekerja sebaik-baiknya, mengajar, melakukan riset dan pengabdian masyarakat. Instead of mroyek2 dan moonlighting di luar.

    Dosen/guru muda cuman pingin bisa hidup normal, mencukupi kebutuhan keluarganya. Seperti rekan-rekan seangkatannya yang lain.

  • Heru

    Yang paling diingat otak kita adalah hari buruh (may day), sedang hari Pendidikan cuma seremonial saja, kadang kalo tidak ada upacara juga pasti lupa… Hehehe

  • iman

    buruh? hmm… rada’ bingung dengan klasifikasi barat mengenai buruh. kenapa harus dibesar2kan? kenapa mengekslusifkan diri? kenapa tidak ada hari petani, nelayan, pedagang, penyiar dsb? apakah petani, nelayan dsb lebih baik nasibnya dari mereka? kenapa mereka terus yang harus diperjuangkan? apakah mereka ingin berjuang sampai mereka setiap tahun dapat membeli bentley mulsane seperti halnya bapak pengacara kita itu? kalau mereka merasa tersiksa menjadi buruh dan menganggap yang lain itu lebih baik, mereka pun bisa menjadi pedagang, petani, nelayan, dsb.

  • plakat trophy

    Suka duka jadi anak guru hehehhee
    Tapi tetap semangat kok

  • redbuffers

    Sebagai guru swasta, jarang saya diundang upacara hari guru (PGRI) maupun hardiknas. Eh ternyata selebrasinya memang pas may day [ih… kaya kapal terbang mo jatuh saja]..😀

  • Pulau Pari

    Guru pahlawan tanpa tanda jasa harus ingat itu sebelum menjadi guru mangkanya nanti di surga banyak di isi para guru karena guru=ulama artinya orang berilmu

  • Pulau Tidung

    Jadi di jaman ini, Guru cuma sebuah profesi, tidak lebih dari seorang dokter atau tukang jamu keliling.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: