Tag

,

Kemarin ramai sekali dibicarakan tentang Hari Buruh. Hari ini, Hari Pendidikan, sepi-sepi saja. Saya yakin sebagian besar orang Indonesia lupa. Ingatkah Anda?

Pertanyaan selanjutnya adalah memang ada apa dengan hari pendidikan? Ya memang tidak ada apa-apa. Sepi-sepi saja. Demikianlah potret yang ada.

Di sisi lain saya menangkap kesan bahwa pendidik (guru, dosen, …) ternyata menganggap dirinya juga sebagai buruh. Mungkin sebentara lagi juga akan ada tuntutan kenaikan gaji. he he he. Dan ndilalah, ada cuplikan pembicaraan di radio yang saya dengarkan dalam perjalanan menuju kampus. Sang pembicara – saya tidak tahu siapa dia karena mendengarkannya di tengah-tengah – mengatakan bahwa ruh pendidikan sudah hilang dari para pendidik. Yang dipikirkannya adalah imbalannya. Padahal sebanyak apapun gaji atau imbalan yang diperoleh pasti tidak cukup. Nah …

Saya pikir memang kita tidak perlu menafikkan atau mengharamkan uang. Bukan itu poinnya. Yang menjadi masalah adalah kalau itu menjadi hal yang utama sehingga menjadi pikiran terus. Nah itu masalah.

Dipikir-pikir nampaknya pendidik < buruh?