Harus Baca Buku

Bagaimana kita menjadi semakin lebih baik (pintar) di bidang kita? Salah satu caranya adalah dengan membaca buku. Masalahnya adalah membaca buku menjadi semakin kurang digemari. Apalagi dengan adanya internet yang membuat kita ingin cepat mengetahui tentang sesuatu topik dengan hanya membaca twitter. he he he. Mana bisa menjadi pakar dengan hanya membaca twitter.

Mengapa buku? Karena buku memungkinkan pembahasan yang mendalam. Apa yang kita baca di berita (news) atau artikel di internet – termasuk blog ini – biasanya hanya membahas kulitnya atau hanya membahas kesimpulannya saja. Bahasan yang lebih dalam atau bagaimana sang penulis sampai kepada kesimpulan tersebut tidak dapat (jarang sekali) dibahas dalam artikel online. Kalaupun dituliskan dalam blog, misalnya, kemungkinan tidak ada yang tertarik untuk membaca. Apakah Anda mau membaca tulisan di blog yang panjangnya 75 halaman (screen, layar)? he he he. Saya yakin jawabannya adalah tidak!

Menulis buku juga tidak mudah. Buku yang bagus maksudnya :)  . Sang penulis harus mengumpulkan data untuk isnya, merangkumkan, membuat analisis, dan memilih kata-kata yang pas agar menyenangkan untuk dibaca. Tidak seperti menulis di blog ini yang asal mangap. Eh, asal ketik. hi hi hi. Yakinlah bahwa menulis buku itu bukan sebuah pekerjaan yang main-main. Ini tercermin dalam produknya; buku.

Oleh sebab, maka, daripada itu, … membaca buku masih merupakan sebuah keharusan.

Buku apa yang sedang Anda baca? (Atau, buku apa yang terakhir Anda baca? Kapan?)

About Budi Rahardjo

Teknologi informasi, security, musik, buku Lihat semua pos milik Budi Rahardjo

18 responses to “Harus Baca Buku

  • kezedot

    aku suka membaca
    dan ku selalu berharap semua anak (baik yang dikota maupun di desa..mau yang kaya maupun tidak..baik yg keluarganya korupsi atau tidak…baik pejabat atau tidak) pokoknya harus menyukai baca buku…………

  • Made Raka Teja

    Pendek, tapi lumayan menarik. Tapi sayang nya selama ini saya kebanyakan menemukan buku “praktis atau serba cepat” bidang IT. Buku cepat jadi ini.., 10 hari jadi ini.. cara pintas jadi ini… dan lain sebagainya. Kebanyakan buku tersebut tidak membahas secara mendalam.

  • Yoshi

    dulu saya selalu beli buku setiap bulan. Sejak ada internet memang jadi jarang ke toko buku.

  • Khairuman

    Setuju, membaca menambah perbendaharaan kata.

  • Loekito

    Beberapa bulan ini saya mulai membeli buku. Kadang saya kecewa dengan isi dari buku yang saya beli, tidak se manis Cover nya.. Jadi harus pandai dalam memilih saat membeli buku..

  • F.B.

    Saya sedang baca The Undercover Economist-nya Tim Harford sama Innovation and Entrepreneurship-nya Peter Drucker, Pak. Juga buku-buku mata kuliah buat UAS😀

  • ikhwanalim

    Belakangan, makin males ke toko buku G******* … lebih karena buku-buku kita, jarang ditulis dengan analisis yang mendalam.. lebih baik ke toko-toko yang menjual buku berbahasa inggris..

  • Azwar Tamim

    Dissecting a C# Application, Inside SharpDevelop. Pengalaman penulisnya dalam mengembangkan free and open source IDE untuk .NET platform. Dimulai dari text editor, add-in, integrasi, dll. Sedang dibaca dan dari sana saya sedikit belajar bahwa mengembangkan IDE itu tidak mudah dan juga tidak susah.

  • Jae

    Tak bisa dipungkiri Internet adalah suatu kepraktisan, dan jangan lupa di sana ada yang namanya e-book Pak.
    E-book terakhir saya baca dan belum tamat🙂 “Angel of Aceh – Sophie York”

  • Membaca Buku pada Memiting Wacana

    […] “Masalahnya adalah membaca buku menjadi semakin kurang digemari,” demikian ditandaskan Pak Budi Rahardjo, salah seorang dosen Institut Teknologi Bandung […]

  • I Wayan Widyana

    blognya agan ini keren log.. prnya udah 6 :O

  • semarismaya

    Betul, Pak. Membaca buku lebih nyaman daripada membaca artikel di internet, tidak membuat mata “pedes”. Hehe.
    Buku terakhir yang saya baca adalah tentang “Speed Reading”, sekarang saya lagi “refreshing” dulu baca buku “Ramayana”😀

  • Wisata Pulau Tidung

    Ada yang bilang, membaca adalah jendela dunia.

  • Wisata Pulau Tidung

    Membaca belum jadi budaya kita.

  • dakwah

    Jumlah penderita HIV/AIDS Indonesia sudah 958.477 orang

    HIV (Human Immunodeficiency Virus) merupakan golongan retrovirus yang termasuk dalam subfamili lentivirus (slow virus).
    Disebut demikian karena masa laten yang panjang antara infeksi primer sampai penurunan sel-T CD4+
    yang merupakan karakteristik dari AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome).
    Jadi banyak orang dengan infeksi HIV tidak menunjukkan gejala selama bertahun-tahun,
    dari pertama kali terinfeksi sampai menjadi AIDS.

    Berbeda halnya dengan orang terinfeksi virus Influenza A(H5N1) atau kita kenal dengan flu burung
    yang dengan cepat menunjukkan gejala sehingga cepat pula dapat dibawa ke Rumah Sakit
    untuk mendapatkan penanganan.
    Masa laten yang panjang pada orang terinfeksi HIV
    menyebabkan mereka yang baru saja tertular HIV tidak merasa sakit atau tetap merasa sehat,
    tetapi sudah dapat menularkan HIV. Hal ini menjadi masalah tersendiri.
    Seperti misalnya pada PSK (pekerja seks komersial) dengan HIV+,
    ketika si PSK masih muda, cantik dan aktifitas seksualnya masih tinggi,
    maka virus HIV ini dengan leluasanya dapat menular.
    Lalu ketika 10 tahun kemudian si PSK sudah tidak lagi muda, cantik dan tidak ‘laku’ lagi,
    barulah gejala penurunan daya tahan tubuh mulai tampak.
    Dan sayangnya, 10 tahun bukanlah waktu yang singkat bagi virus HIV untuk terus menebar ancaman…

    Hari AIDS Sedunia yang diperingati setiap tanggal 1 Desember,
    pada tahun 2013 ini mengambil tema “LEAD” dengan tagline “STOP AIDS. KEEP THE PROMISE“.
    Maksudnya, setiap orang di seluruh dunia bersama-sama memimpin dalam memerangi AIDS.
    Masing-masing dari kita memiliki cara yang unik untuk berkontribusi – berdiri
    menghadapi stigma dan diskriminasi, dan untuk mengedukasi diri kita tentang HIV-AIDS.
    Usaha memerangi HIV-AIDS tidak dimulai dari tahun ini. Di tahun-tahun sebelumnya kita
    sudah berjanji untuk memerangi HIV-AIDS. So, jangan “Stop AIDS” hanya dijadikan slogan belaka.

    Bloggers Unite

    Untuk itu, melalui media blog yang saat ini sudah begitu populer di masyarakat,
    saya ingin mengundang Blogger Indonesia untuk peduli terhadap HIV-AIDS dengan membuat postingan
    tentang HIV-AIDS di blog masing-masing. Baik itu cara penularan, cara pencegahan, akibat dari HIV-AIDS,
    poster, bahkan puisi atau apa saja tentang HIV-AIDS. Hal ini juga sejalan dengan aksi BlogCatalog
    yang bekerja sama dengan AIDS.gov dalam program “Bloggers Unite For World AIDS Day“.

  • adhi

    Dengan kesibukan yang luar biasa tentu saja membaca buku menjadi kemewahan sekarang ini, karena itu saya membiasakan diri mendengarkan audio book sambil jogging pagi sebelum kerja. Audiobook yang saya dengarkan antara lain “automate this”.

  • Aditya

    setuju nih, sy jg suka membaca. seolah-olah si penulis mengarahkan pikiran kita menuju suatu pembahasan. keren. dan memang seorang mahasiswa jg wajib membaca. jika bangsa ini mau maju, harus gemar membaca dulu. Iqra’

  • bocah petualang

    Pak Budi boleh dong setiap bulan dibagi-bagi daftar bacaannya yg berkaitan dengan keahlian IT. Siapa tahu kita-kita pengikut blog ini bisa ikutan baca buku yg sama juga🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: