Tag

, , ,

Ada mahasiswa yang bertanya apakah cukup menggunakan dua referensi di makalahnya. Wah. Hanya dua? Menurut saya ini kurang. Kesannya hanya menerjemahkan dari dua referensi tersebut.

Saya tidak tahu apakah kurangnya referensi ini karena memang topiknya demikian baru dan susah sehingga jarang (belum ada) orang yang menulis atau karena sang mahasiswa belum optimal (baca: malas) dalam mencari referensi. Jaman sebelum ada internet, kesulitan mencari referensi memang dapat dimengerti. Hanya tempat yang memiliki perpustakaan yang bagus saja yang tidak memiliki masalah. Kalau sekarang? Hampir semuanya dapat diakses melalui internet sehingga tidak ada alasan untuk tidak mendapatkan referensi. (Ada kasus-kasus tertentu, tetapi ini anomali.)

Kredibilitas dari sebuah makalah salah satunya ditentukan dengan referensi yang digunakannya. Memang jumlah bukanlah satu-satunya ukuran yang dapat digunakan. Biarpun jumlahnya banyak tetapi referensinya tidak bagus hasilnya juga tidak bagus. Hanya saja, kalau dua itu nampaknya masih kurang.