Cerita Lebih Penting

Dalam sebuah diskusi ada seorang mahasiswa yang bertanya bagaimana menyikapi kelemahan infrastruktur IT di Indonesia sehingga sulit untuk mengembangkan aplikasi (dalam hal ini games) yang high quality (dari segi kualitas suara, gambar, dan sejenisnya). Dia mengatakan bahwa gara-gara infrastruktur yang kurang baguslah kita sulit untuk mengembangkan karya yang bagus. Sulit untuk mendapatkan pengguna atau penggemar.

Jawaban saya saya peroleh dari nara sumber adalah bahwa tidak benar kualitas itu menentukan kepopuleran. Bahwa yang penting adalah ceritanya. Contoh, kita tetap menonton film dari CD/DVD bajakan dengan kualitas yang rendah. Yang kita kejar adalah ceritanya. Tentu saja kalau kualitas gambar dan suaranya lebih bagus kita lebih suka, tetapi dengan kualitas yang seadanya pun kita tetap akan menonton. Saya setuju dengan pendapat ini.

Ini lebih menguatkan pendapat bahwa cerita itu lebih penting. Dan tentunya cara menceritakannya – how to tell the story – itu juga penting. Sayangnya ini tidak diajarkan di sekolah. Terpaksa kita harus belajar sendiri. Mari kita belajar untuk membuat cerita dan menceritakannya dengan menarik.

About Budi Rahardjo

Teknologi informasi, security, musik, buku Lihat semua pos milik Budi Rahardjo

7 responses to “Cerita Lebih Penting

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: